ISPU Tebo di angka 185, Warga Diminta Waspadai Dampak Kabut Asap

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36:47 WIB - Dibaca: 266 kali

Tangkapan layar pantauan ISPU di ispu.kemenlh.go.id. Foto: Syahrial
Tangkapan layar pantauan ISPU di ispu.kemenlh.go.id. Foto: Syahrial ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, masih berada dalam kategori tidak sehat pada Senin (19/10/2026) pagi. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), indeks pencemaran di stasiun pemantauan Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, mencapai angka 185 pada pukul 06.00 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat perlu mewaspadai dampak pencemaran udara, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

Salah satu parameter yang menjadi perhatian dalam pemantauan kualitas udara tersebut adalah Particulate Matter 2.5 (PM2.5). Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga juga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta menutup jendela rumah ketika udara di luar mengalami penurunan kualitas.

Kondisi udara di Tebo menjadi perhatian di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya turut memicu kabut asap di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

Meski demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan kondisi udara yang terlihat secara kasatmata. Pemantauan ISPU secara berkala diperlukan karena kualitas udara dapat berubah akibat faktor cuaca, arah angin, dan sumber pencemaran.

Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara serta mengambil langkah untuk mengendalikan sumber pencemaran guna mengurangi risiko kesehatan bagi masyarakat.

Salah seorang warga Tebo, Amirul, mengatakan kondisi kualitas udara yang tidak sehat perlu menjadi perhatian bersama. Ia berharap ada upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak kabut asap agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman.

"Kami berharap kondisi udara segera membaik. Kalau kualitas udara masih tidak sehat, masyarakat tentu khawatir, terutama terhadap kesehatan anak-anak dan keluarga di rumah," ujar Amirul. (syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA