Musim Hujan di Tebo Molor, BPBD Prediksi Hujan Intens Mulai Akhir Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:35:08 WIB - Dibaca: 174 kali

Ilustrasi awan gelap menyelimuti permukiman menjelang musim hujan. Foto: Subahan
Ilustrasi awan gelap menyelimuti permukiman menjelang musim hujan. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM,TEBO – Musim hujan di Kabupaten Tebo, Jambi, diprediksi mengalami kemunduran dari jadwal biasanya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo memperkirakan intensitas hujan meningkat pada 10 hari terakhir Oktober 2026, sementara puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Kepala Pelaksana BPBD Tebo, Joko Adriawan, mengatakan pergeseran waktu tersebut terlihat dari belum meratanya hujan yang biasanya mulai turun pada akhir September atau awal Oktober.

Padahal, berdasarkan informasi prakiraan musim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Tebo diperkirakan telah memasuki musim hujan sejak 3 Oktober 2026.

“Waktu musim hujan yang mundur ya, biasanya itu di awal Oktober atau akhir September sudah mulai hujan, tapi pada saat ini belum terjadi. Jadi, kemungkinan itu mundur jadwalnya,” kata Joko.

Menurutnya, dasarian III Oktober atau periode 10 hari terakhir bulan ini menjadi waktu yang diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan. Meski demikian, prediksi tersebut masih akan dipantau dengan mempertimbangkan perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

Joko menegaskan, mundurnya awal musim hujan tidak serta-merta mengubah perkiraan puncak musim hujan. Berdasarkan prakiraan yang ada, periode Desember 2026 hingga Januari 2027 masih menjadi waktu yang perlu diwaspadai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD Tebo karena perubahan pola cuaca berpengaruh terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

“Kami nanti akan meng-update lagi situasi atau informasi dari BMKG untuk kita siaga hidrometeorologi basah. Tapi ini masih dalam kajian kami dan masih kami ikuti perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.

BPBD Tebo akan terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca sebagai dasar untuk menentukan langkah kesiapsiagaan. Informasi tersebut diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengantisipasi potensi bencana seiring meningkatnya curah hujan.

Di sisi lain, pergeseran awal musim hujan juga berkaitan dengan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tebo. Status siaga karhutla diprediksi berakhir pada akhir Oktober 2026.

Apabila prakiraan BMKG Jambi sesuai dengan kondisi di lapangan, status siaga karhutla berpeluang tidak diperpanjang. Namun, keputusan tersebut mengacu pada perkembangan cuaca dan informasi dari BPBD Provinsi Jambi.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat diimbau tetap memperhatikan informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah. Kesiapsiagaan tetap diperlukan, baik terhadap potensi kebakaran lahan selama kondisi kering maupun ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi ketika hujan mulai meningkat. (san)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA