ISPU Tebo Tembus 384, Kabut Asap Kembali Pekat dan Berbahaya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:55:03 WIB - Dibaca: 49 kali

Tangkapan layar pantauan kualitas udara di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Foto: Syahrial
Tangkapan layar pantauan kualitas udara di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Foto: Syahrial ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, kembali memburuk pada Kamis (22/10/2026). Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, mencapai angka 384 atau masuk kategori berbahaya.

Berdasarkan data yang dipantau PortalTebo.id melalui laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup di ispu.kemenlh.go.id, angka tersebut tercatat pada pukul 10.00 WIB.

Data pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat PM10 mencapai 384, sedangkan PM2.5 berada di angka 378. Adapun parameter sulfur dioksida (SO2) tercatat 2, karbon monoksida (CO) 18, dan nitrogen dioksida (NO2) 19.

Lonjakan ISPU tersebut terjadi setelah kualitas udara di Kabupaten Tebo sempat menunjukkan perbaikan. Namun, pada Kamis pagi, kabut asap kembali terlihat pekat di sejumlah kawasan.

Kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu menambah kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Partikel PM2.5 menjadi salah satu parameter yang perlu diwaspadai. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.

Kondisi udara dengan kategori berbahaya juga menjadi perhatian bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Salah satu aktivis sosial di Kabupaten Tebo, Rudi, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait.

"Ketika kualitas udara sudah masuk kategori berbahaya, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi warga sekaligus memastikan penyebab memburuknya kualitas udara dapat ditangani," ujar Rudi saat dikonfirmasi. (syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA