Jambione.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok membebani pasar, di tengah laporan pekerjaan untuk Maret yang lebih lemah dari perkiraan.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis (5/4) mengancam akan mengenakan tarif atas 100 miliar dolar AS produk-produk impor dari Tiongkok, meningkatkan ketegangan perdagangan dan menjerumuskan pertumbuhan ekonomi ke dalam ketidakpastian.
Tiongkok akan melawan "dengan biaya berapa pun" dan mengambil "tindakan pencegahan komprehensif" jika Amerika Serikat melanjutkan praktik-praktik proteksionisnya secara sepihak, kata juru bicara Departemen Perdagangan Tiongkok, Jumat (6/4).
Tindakan itu dilakukan setelah kedua belah pihak awal pekan ini meluncurkan daftar produk senilai 50 miliar dolar AS yang diimpor dari masing-masing pihak, yang akan dikenakan tarif lebih tinggi.
Laporan pekerjaan non-pertanian yang mengecewakan juga membuat sentimen para investor tertekan. Total lapangan pekerjaan non-pertanian AS naik sebesar 103.000 pada Maret, jauh di bawah konsensus pasar untuk peningkatan 193.000 pekerjaan, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Jumat (6/4). Tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,1 persen pada Maret.
"Mengingat ketakutan Fed terhadap kurva Phillip, pertumbuhan lapangan pekerjaan moderat pada Maret kemungkinan akan dipuji sebagai berita baik di antara penghuni Eccles Building (The Fed) setelah kenaikan besar pada Februari. Imbal hasil turun sekitar tiga basis poin di sepanjang kurva, menunjukkan para pedagang mempertimbangkan kemungkinan kecepatan pengetatan yang lebih lambat dan siklus yang lebih rendah untuk fed funds," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.
Kurva Philips adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat pengangguran dengan tingkat inflasi di sebuah negara. Menurut Kurva Philips, hubungan keduanya adalah berbanding negatif. Jadi, ketika inflasi naik maka pengangguran turun. Dan ketika inflasi turun, maka jumlah pengangguran naik.
Para investor juga memperhatikan pidato terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang pada Jumat (6/4) mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,39 persen menjadi 90,106 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2285 dolar AS dari 1,2236 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,4085 dolar AS dari 1,4001 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7670 dolar AS dari 0,7682 dolar AS.
Dolar AS dibeli 106,87 yen Jepang, lebih rendah dari 107,44 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9587 franc Swiss dari 0,9635 franc Swiss, dan naik ke 1,2778 dolar Kanada dari 1,2761 dolar Kanada.***