Jambione.com, Dalam sepekan terakhir, banjir menggenangi sebagian wilayah Kabupaten Batanghari. Badan Penangguhan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari menyatakan ratusan rumah warga telah terendam. Berdasarkan Alat Pemantau Ketinggian Air (APKA) Dermaga Muara Bulia, ketinggian air hingga pukul 17.50 Wib berada di angka 324 Cm.
"Data dari petugas, hingga tanggal 12 Desember 2018, rumah warga terendam banjir berjumlah 358," kata Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batanghari, Makmun kepada Jambi One, Kamis (13/12).
Laporan rumah warga terendam banjir didapat petugas dari Kecamatan. Rumah yang terendam tersebut tersebar di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Muara Bulian, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kecamatan Pemayung dan Kecamatan Mersam. "Kalau rumah yang halamannya digenangi air sudah banyak. Misalnya di daerah Mersam dan Muara Tembesi. Tapi belum menggangu aktifitas," tutur Makmun.
Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum. Seperti jalan dan gedung sekolah. "Jalan terendam sepnjuang 2.100 meter (2,1 KM) . Salah satunya di Desa Pulau Raman, Kecamatan Pemayung 190 meter dan Desa Danau Embat 200 meter," sebutnya.
BPBD Batanghari belum memberikan bantuan logistik kepada warga korban banjir. Menurut Makmun, bantuan logistik didistribusikan apabila Sungai Batanghari berstatus Tanggap Darurat. "Jika status tanggap darurat barulah ada bantuan. Kalau saat ini status sungai Batanghari masih siaga," sebutnya.
Berdasarkan laporan harian sitem peringatan dini siaga banjir BPBD Batanghari tanggal 13 Desember 2018, fluktuasi Tinggi Muka Air (TMA) pukul 06.30 Wib pada posisi 324 cm. Sementara pukul 17.50 Wib pada posisi 32 Cm. Dalam kurun waktu 10 jam, kondisi ketinggian air Sungai Batanghari masih bertahan. Semoga musibah banjir segera berakhir.
Selain Batanghari, banjir juga melanda sebagian wilayah Kabupaten Kerinci. Puluhan hektar sawah dilaporlan terendam di daerah ini. Diantaranya di desa Koto Petai, kecamatan Danau Kerinci dan kecamatan Keliling Danau. Bahkan, akibat meningkatnya debit air Danau Kerinci, lahan sawah yang siap panen di sekitar danau terendam dan terpaksa panen lebih awal.
Ardi, salah seorang petani, mengatakan air yang meredam padi petani tersebut sudah terjadi sejak tiga hari belakangan. "Banyak Padi yang siap panen terendam, karena air Danau Kerinci meningkat. Makanya, banyak petani menyabit (panen) padi lebih awal,"katanya kemarin.
Hal senada juga dikatakan Sudin, salah seorang warga Ujung Pasir. Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan puluhan hektare lahan sawah yang sudah ditanami padi terendam. "Kalau setiap hujan lebat, lahan sawah di sini selalu terendam, karena air dalam irigasi tidak mampu menampung sehingga meluap ke dalam sawah,"katanya.
Dia berharap kepada pemerintah dapat membantu petani yang lahan pertaniannya terendam banjir. "Kita berharap ada bantuan dari Dinas Pertanian untuk mambantu lahan yang terendam air,"pintanya.
Sementara itu, Kasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural kabupaten Kerinci, Imelda, mengatakan belum menerima data terbaru soal lahan pertanian yang terendam banjir. Namun, bagi lahan pertanian yang mengalami puso, pihaknya akan membantu bibit padi untuk petani. Seperti yang terjadi pada bulan November lalu. "Untuk yang Puso bulan lalu dari total puso 46 hektare sebanyak 1.150 kg benih sudah kita salurkan,"katanya.(fai/sau)
Peluncuran Kamus Bahasa Senaung, Tingkatkan Pelestarian Budaya
Ketinggian Air Dua Meter, Mobil Dinas Camat Jangkat Timur Sulit Dievakuasi
Breaking News!!! Mobil Dinas Camat Jangkat Timur Nyebur ke Sungai, Tiga Korban Meninggal Dunia
2018, Kejari Batanghari Selamatkan Rp716 Juta Lebih Uang Negara
Kajari Batanghari Minta Generasi Muda Suarakan Gerakan Anti Korupsi
Capaian Puskesmas Muara Bulian Paling Rendah, Elfie Yennie: Imunisasi MR Sangat Penting