Jambione.com, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi menggalang sejuta tanda tanggan menolak Kenaikan tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang, di Tugu Keris, Kotabaru, Minggu (13/1/2019). Acara tersebut dihadiri ratusan warga Kota Jambi yang mengaku keberatan dengan kenaikan tarif PDAM tersebut.
Sejumlah warga dalam oransinya meminta PDAM Tirta Mayang menurunkan tarif air tersebut. "Tolong PDAM, kami butuh air, tapi jangan mahal," kata warga yang berorasi.
Selain itu, dia juga meminta agar pelayanan PDAM benar benar memberikan pelayanan yang baik. " Jangan macet macet airnya. Kami ini konsumen, butuh air untuk masak, dan untuk kebutuhan sehari hari yang lainnya," ujarnya.
Ketua YLKI Jambi, Ibnu Kholdun mengatakan kenaikan tarif PDAM tersebut sangat memberatkan para konseum. "Masyarakat kecil sangat terbebani dengan naiknya biaya yang mencapai 100 persen," katanya.
Selain itu, Ibnu Kholdun menegaskan pihaknya meminta keperpihakan walikota dan DPRD Kota kepada masyarakat. " Kita mendesak DPRD Kota Jambi dan Walikota Jambi mencabut dan membatalkan Keputusan Direksi PDAM tentang Kenaikan tarif Air Minum PDAM," tegasnya.
Dia juga meminta Inpektorat, BPKP, BPK dan lembaga lainnya melakukan audit keuangan perusahaan plat merah milik pemerintah kota itu." PDAM Tirta Mayang Kota Jambi terlihat seperti perusahaaan yang tidak sehat," katanya.
Seharusnya, lanjut Kholdun, sebagai perusahaan milik pemerintah daerah atau BUMD bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Bukan malah membebankan hidup masyarakat. "Sesuai peran BUMD/BUMN seharusnya memberikan kesejahteraan, bukan keresahan," tegasnya.
Bukan hanya kenaikan tarif yang menjadi sorotan YLKI. Tapi pelayanan PDAM Tirta Mayang juga dipertanyakan. Di sejumlah tempat pelayanan air ke rumah warga bersamalah. (isw)