Kualitas Udara di Tanjabtim Berbahaya , Liga Pelajar Dihentikan Sementara

Sabtu, 07 September 2019 - 09:04:07 WIB - Dibaca: 2071 kali

(Afrizal/Jambione.com)

MUARA SABAK -- Kualitas udara di Tanjung Jabung Timur terus memburuk. Bahkan, menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, dalam dua hari terakhir, pada malam hari sudah masuk dalam level bahaya untuk kesehatan.  "Melalui alat, (konsentrasi) PM 2,5 selalu di-update setiap waktu, menunjukkan (polusi) udara sempat berada di level berbahaya," kata Kepala DLH Tanjung Jabung Timur, Gustin Wahyudi, Jumat (6/9) kemarin.
            Dia menjelaskan, hasil pengukuran konsentrasi partikulat PM 2,5 pada 5 September pukul 00.00 WIB sampai 23.55 WIB menunjukkan kualitas udara Tanjung Jabung Timur turun menjadi tidak sehat. Kemudian berbahaya dan tujuh jam selanjutnya masuk dalam kategori sangat tidak sehat dan berbahaya.
            Gustin mengimbau warga mengurangi kegiatan di luar rumah atau mengenakan masker saat berada di luar rumah guna mencegah gangguan kesehatan. " Partikel partikel debu yang dibawa angin bercampur asap berdampak buruk terhadap kesehatan," katanya.
            Mislan (40), warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengatakan dampak kabut asap biasanya terasa pada malam hari sekira pukul 22.00 WIB hingga menjelang pagi. "Lihat saja pada pagi ini jarak pandang saja tidak sampai 100 meter," katanya.
            Menurunnya kualitas udara di Tanjung Jabung Timur, membuat Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tanjung Jabung Timur, menghentikan sementara kompetisi sepak bola Piala Soeratin Tanjabtim U-13 dan U-15 tahun 2019.
Kebijakan penghentian pertandingan tersebut merespon pekatnya kabut asap yang ditimbulkan akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.

Komite Kompetisi Askab PSSI Tanjabtim Zainal Abidin mengatakan kabut asap dan kondisi udara di lapang sepak bola paduka berhala, lokasi kompetisi sudah sangat tidak baik untuk kesehatan. "Hasil koordinasi panitia dengan tim kesehatan dan melihat kondisi udara tidak baik, maka semua pertandingan hari ini (Jumat) dan Sabtu (hari ini) kami hentikan sementara,"kata Zainal.
            Menurut dia, kompetisi Piala Soeratin ini terpaksa ditunda hingga dua hari ke depan. Hingga kini, kabut asap yang ditimbulkan dari bencana karhutla masih pekat dan tebal. Hasil koordinasi yang dilakukan, pertandingan akan dilanjutkan pada Minggu (8/9). Itupun jika kualitas udara memungkinkan.
            Tidak hanya Liga Pelajar, Siswa Sekolah Dasar (SD) di kabupaten itu juga diliburkan lagi untuk sementara waktu. Berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Tanjab Timur, siswa SD kelas V dan VI hingga hari Sabtu (7/9) diliburkan. Sebelumnya siswa kelas I-IV SD di Kabupaten itu sejak hari Senin (2/9) telah diliburkan. (zal)

 

 





BERITA BERIKUTNYA