JAMBI -- Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla) yang terjadi di Provinsi Jambi terutama di Kecamatan Kumpeh Ilir Kabupaten Muaro Jambi yang menjadi lokasi terparah Kahutla yang mengakibatkan asap yang pekat juga menyelimuti wilayah ini warga berharap adanya bantuan kesehatan oksigen, masker dan obat obatan lainnya.
"Kita berharap adanya bantuan dari pemerintah dan para relawan masker obatan lainnya,"kata Mardiono warga Desa Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (22/9/2019)
Mardiono juga menegaskan asap yang pekat serta debu karhutla tersebut masuk kedalam rumah. Bahkan sampai masuk kedalam tempat nasi dan sayur. "Kadang mau makan buka tempat tudung nasi sama sayur sudah ada debu bekas kebakaran,"ungkapnya.
Tidak hanya itu, meski pintu dan pentilasi udara ditutup asap masih masuk melalui celah celah kecil. Selain asap terdapat partikel juga yang ikut masuk. "Itu yang kita bingung gimana caranya biar ga masuk,"sebutnya.
Bahkan kejadian tahun 2019 terparah sepanjang sejarah kebakaran yang terjadi bagi nya."Tahun sebelumnya ga gini asap cuman tipis tapi ini sampai merah nian,"sebutnya.
Sejumlah hasil pertanian seperti palawija dan lainnya juga gagal panen karena kekeringan ."Ya Gusman mau kerja asap pekat sesak nafas, perkebunan juga payah,"sebutnya.
Dia meminta kepada pemerintah untuk membuka posko khsus di desa nya tersebut. Sebab sangat membutuhkan Oksigen, masker dan lainnya. "Ada kemarin gubenur bagi bagi tapi banyak yg ga dapat,"tandasnya
Hak senada juga di ungkapkan Pardi warga Desa yang sama menurutnya hingga saat ini belum ada bantuan kesehatan. Hanya pemberian masker oleh gubernur. "Cuman masker ang lainnya ga kita butuh kesehatan, air beraih juga,"ungkapnya.
Menurut untuk bekerja saja dirinya tidak bisa kelahan Karena asap pekat sesak nafas dan perih Dimata. "Ya gimana makan butuh tapi ya bingung lh pokok nya,"tandasnya(isw)