JAMBI— Front Pembela Islam (FPI) Jambi dan Masyarakat, Sabtu (14/12/2019) malam mendatangi Cafe Fellas yang berlokasi di Sukorejo, Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi sangat di sayangkan pasalnya diduga ada initimidasi terhadap wartawan yang akan mengambil gambar video maupun foto oleh pihak fellas.
Kedatangan massa tersebut disebabkan keberadaanya dekat dengan tempat ibadah, menyediakan hiburan dist jockey (DJ) yang juga dianggap mengundang maksiat. Namun sa
Massa datang dari berbagai tempat tersebut seketika membuat pengelola cafe fellas dan sejumlah pengunjungnya yang ikut membubarkan diri sebagiannya.
Kemudian negosiasi di lakukan antera massa FPI, Masyrakat dan pihak Cafe Fellas. Namun, setelah di lakukan negosiasi dilakukan massa dari FPI dan Masyarakat serta perwakilan dari kepolisian dan pengurus caffe masuk ke dalam cafe untuk melihat gudang mirasnya.
Namun, saat itu para wartawan yang akan masuk untuk mengambil gambar video dan foto kedalam gudang tidak di izinkan oleh pihak fellas. Salah satu wartawan yang berhasil masuk yakni Adrianus Susandara dari INews Tv yang berhasil masukpun mendapat intimidasi
Saat akan masuk ke dalam ceffe perwakilan massa sempat dihalangi oleh pengamanan caffe karena takut dianggap membuat pengunjung tidak nyaman karena tengah menggelar event.
Tidak hanya itu petugas juga melarang media masuk ke dalam caffe untuk meliput aksi demo pemeriksaan gudang penyimpanan yang akan diperiksa oleh massa dengan dikawal Sat Pol PP kota Jambi dan Aparat kepolisian.
Wartawan I News TV Adrianus Susandra yang berhasil masuk mengatakan saat dirinya akan menganbil gambar saat FPI dan Mastarakat melakukan pengecekan gudang tersebut pihak fellas tidak membolehkan mengambilnya. Bahkan, kamera handphone nya diminta untuk dimatikan. Tidak cuma itu, peengawalan ketatpun dilamukan keapda dirinya.
“ Dari mano, kalau dari media, jangan mengambil gambar, matikan sekarang,” kata Adrian saat menirukan pegawai fellas tersebut.
Selain mendapat intimidasi, agar tidak mengambil gambar, pegawai tersebut meminta pegawai lainnya mengamati langkah wartawan tv tesebut agar tidak bisa mengambil situasi dan kondisi di dalam caffe yang ditutupi gorden merah tersebut.
“ Kawal kemano dio begerak, jangan sampai dio merekam apo yang ado didalam sini,” ketus pria diketahui bernama Rian kepada rekannya tersebut.
Aksi cek-cok pun antar awak mediapun, karena merasa dihalang-halalangi saat melakukan kegiatan jurnalistik tersebut, sempat ditengkan oleh salah seorang rekan media lainnya yang juga berhasil masuk ke dalam caffe hingga cek-cok ditengah suara musikpun meredah.
Setelah melakukan pertemuan dengan pengelolah caffe, akhirnya pengelolah caffe mengizinkan para pendemo yang mengatasnamakan warga dan jamaah masjid untuk memeriksa gudang yang dicurigai menyimpan minuman beralkohol, dan tidak menemukan minuman beralkohol diatas lima pesen atau golongan A
Setelah tidak terbukti menyimpan miras dan menyediahkan musik haouse seperti apa yang dituduhkan, karena tidak mendapatkan bukti para pendemo langsung diminta meninggalkan lokasi gudang dengan pengawalan polisi.
Wali Laskar FPI Jambi A Rizal mengatakan pihaknya mempertanyakan izin operasional Fellas yang jaraknya kurang dari 300 meter dari tempat ibadah. Menurutnya, masyarakat dan FPI mendesak pemerintah Kota untuk meninjau kembali perizinan tempat tersebut.
"Kita sudah melayangkan surat ke pol pp maupun PTSP dan yang lainnya yang berkaitan tapi tidak ada respon,"katanya
Menurutnya, jika beroperasi sebagai tempat makan. Tidak menjadi masalah. Akan tetapi Fellas tersebut ditemukan minuman keras golongan A (karar alkohol di bawah persen).
"Kalau dia berdiri dan beroperasi sebagai cafe atau restauran tidak menjadi masalah,"ucapnya
Menurutnya, hasil pengecekan di dalam Fellas tidak ditemukan miras di atas lima persen. "Dan tidak ada DJ juga di didalam. Kemarin sempat ada akan pesta DJ,"tandasnya
Sementara itu, Kanit Penegakan Perda Sat Pol PP Kota Jambi, Said Faizal mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. "Kita akan koordinasi dengan pihak terkait, terkait izin peredaran miras golongan A mereka punya,"katanya singkat
Setelah melakukan aksi demo, dan tidak menemukan bukti, puluhan warga dan jamaah masjid / langsung membubarkan diri dengan tertib, namun warga menegskan, akan terus mamantau aktivitas caffe fellas tersebut, supaya tidak menjual miras dan menyiahkan hiburan dist jockey. Sebelum demo di caffe fellas, puluhan warga dan jamaah masjid, sempat mendatangi kantor Sat Pol PP Kota Jambi mengajak bersama-sama melihat langsung aktivitas caffe, dengan pengawalan ketat polisi agar tidak terjadi aksi anarkis warga.(isw)