Jogging Track Danau Sipin Mulai Terendam

Selasa, 04 Februari 2020 - 07:43:43 WIB - Dibaca: 1429 kali

TERENDAM: Jogging track di Danau Sipin mulai terendam akibat tinggi muka air Danau Sipin yang naik akibat kiriman dari daerah hulu.
TERENDAM: Jogging track di Danau Sipin mulai terendam akibat tinggi muka air Danau Sipin yang naik akibat kiriman dari daerah hulu. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Curah hujan yang tinggi mengakibatkan ketinggian air naik. Bahkan ketinggian sempat merendam sebagian wilayah jogging track. 

Kepala Bidang Sumberdaya Air, Dinas PUPR Kota Jambi, Yunius mengatakan bahwa ketinggian bronjong yang berada di Danau Sipin yakni di angka 12,5 meter. Itu titik teraman elevasi bronjong, tapi airnya minimal berada pada 12,00 meter untuk posisi teraman.

“Jadi kalau sekarang jogging track kita banjir, artinya air sudah melebihi 12,5 meter. Untuk mengantisipasi air kita pada 12,00 meter, idealnya memang jika pintu air sudah dibangun,” katanya.

Yunius mengatakan bahwa saat ini sudah surut sedikit. Ini sebenarnya berada posisi ideal, yakni 12,00 meter.

Lebih lanjut Yunius menyebutkan, jika terjadi kelebihan air, di situlah fungsi pintu air yang akan dibangun nanti. Untuk mengatur fluktuasi air Danau Sipin.

“Jika kelebihan kita pompa ke Batanghari, jika surut kita pertahankan dengan menutup pintu air. Karena setiap tahun mengalami banjir kiriman dari hulu, memang kita tidak bisa menghalau kedatangan air itu,” imbuhnya.

Pintu air sebut Yunius, persetujuannya akhir tahun ini dari bantuan dana Jepang sekitar Rp170 M. Untuk pembangunan pintu air nanti Rp 85 M.

“Mudah-mudahan pintu airnya bisa ditender akhir tahun ini dan bisa dikerjakan. Itu kan multiyears, tidak bisa satu tahun. Kemungkinan 2021 baru selesai, sambil kita membenahi sungai sungai kecil seperti Sungai Asam, Sungai Tembuku, Kenali Besar dan Kenali Kecil,” jelasnya.

Sementara Umar Faruk, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi mengatakan, seharusnya pembangunan jogingg track Danau Sipin mengambil ukuran banjir tertinggi Kota Jambi. 

“Jika tidak begitu pasti akan tenggelam saat air tinggi,” kata Faruk.

Artinya sebut Faruk, berapa banyak uang yang hilang jika terjadi kerusakan karena terendam banjir, sementara fisik sudah terlanjur dilakukan.

“Bagaimana ini ke depan. Sekarang terendam. Artinya ada salah perencanaan. Jika nanti diperbaik artinya ada dua kali pekerjaan,” pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA