Jambione.com - GOOGLE Maps merupakan salah satu aplikasi navigasi yang bisa membantu para pengguna jalan untuk mencari rute atau tempat. Namun, kabarnya aplikasi besutan Google itu bisa direkayasa sendiri.
Hal itu dialami Google Maps dengan menampilkan sebuah jalan di kota besar mengalami kemacetan, padahal hal tersebut tidak terjadi.
Salah satu artis Simon Weckert menjelaskan bagaimana Google bisa direkyasa sendiri.
Dia menunjukkan bagaimana sistem itu bisa dengan mudah dieksploitasi untuk membuat rekayasa kemacetan lalu lintas palsu padahal kenyataannya tidak sesuai.
Dilansir Ubergizmo, Selasa (4/2), dia mengatakan, Google Maps bergantung pada data crowdsourced untuk informasi, dalam menujukkannya Weckert menggunakan 99 smartphone, yang diletakan di dalam kendaraannya dan menyalakan navigasi Google Maps diseluruhg smartphone.
Karena banyaknya smartphone yang digunakan Weckert di daerah yang sama, Google berasumsi bahwa hal ini dianggap sebagai kemacetan lalu lintas.
Dengan begitu, secara otomatis sistem Google Maps akan menandai bahwa daerah yang dikunjungi Weckert dengan kendaraannya tersebut memiliki tingkat lalu lintas tinggi.
Kendati demikian, Google belum menanggapi hal tersebut untuk membrikan penjelasan, Weckret berharap mereka bisa memberikan penjelasan terkait masalah ini. (mg9/jpnn)
ASUS Rilis Zenbook Flip UX362, Laptop Convertible 13 inci Paling Ringkas di Dunia
ASUS ZenFone Max Pro M2 Raih Penghargaan Sebagai “Best Durable Smartphone”
ASUS VivoBook Pro F570, Laptop 15 Inci dengan Ryzen dan Grafis Mumpuni
14 Desember, Zenfone MaxPro M2 Hadir di Jambi, ASUS Berikan Promo Khusus Kepada Pelanggan
Qualcomm Snapdragon 660, Otak di Balik Performa ZenFone Max Pro M2
ASUS ZenFone Max Pro M2 Makin Tangguh dengan Gorilla Glass 6