Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi Gelar Gathering

Rabu, 05 Februari 2020 - 13:28:47 WIB - Dibaca: 1530 kali

(Idrus/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi menggelar gathering bertajuk “Property Jambi Outlook 2020”. Acara digelar di ruang Anggek Abadi Suite Hotel, Selasa (4/2/2020).

Acara ini dihadiri oleh Ramond Fauzan (Ketua DPD REI Jambi), Bayu Martanto (Kepala BI Jambi), Endang Nuryadin (Ketua OJK Jambi), dan perwakilan dari beberapa cabang bank se-provinsi Jambi. Priyo Septyono,  Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI Jambi menjadi moderator pada acara talk show kali ini.

Untuk diketahui acara yang dilaksanakan di ruang Anggrek Hotel Abadi Suite ini, yaitu ada sekitar 153 orang dan 4 Sekretariat tersebar di wilayah provinsi Jambi, yaitu berada di Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Sarolangun dan Merangin.

Dalam kesempatan ini Bayu Martanto (Kepala BI Jambi) menjelaskan bahwa sumber utama ekonomi di provinsi Jambi lebih banyak di sektor perkebunan, pertanian dan pertambangan. Artinya, sumber pertumbuhan ekonominya masih mengandalkan sektor alam.

"Kita butuh investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan ekonomi tersebut tak akan tumbuh signifikan kalau tidak ada industrialisasi, mengingat pertumbuhan ekonomi di Jambi sejak 2014 masih di bawah 5 persen,"jelasnya.

Sementara itu Ketua DPD REI Provinsi Jambi Ramond Fauzan ST, dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa pada saat krisis yang paling terdampak adalah properti. Paling penting adalah bagaimana saling menyemangati agar dunia properti semakin membaik. 

"Tentu saya selaku pengurus harus memberikan informasi kepada kawan kawan harus seperti apa, apakah harus lari kencang, apakah harus hati-hati. Indikator perekonomian sekarang sedang membaik. Ini kabar baik di dunia properti. Mari kita tata lagi bisnis kita. Rumah subsidi dan rumah komersial ke depan. Saya ingin kawan-kawan pengembang mencermati fenomena itu,” ujarnya.

Endang Nuryadin Kepala OJK Jambi menjelaskan bahwa praktik pembiayaan syariah tanpa BI checking itu untuk membuat masyarakat tergiur.

“Yang perlu developer pahami, kalau kalian bagus, bank pasti berebut. Karena mereka perlu bisnis. Kuncinya kalian bagus saja, bank pasti datang,” tutupnya.(cr4)





BERITA BERIKUTNYA