Jambione.com, MUARASABAK – Masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), semakin mengeluhkan kondisi jalan milik Provinsi Jambi yang mengalami rusak parah di sejumlah titik di Kabupaten Tanjabtim.
Wujud kekesalan dan kekecewaan masyarakat, mereka pun sering kali mengaupload foto jalan rusak tersebut ke media sosial, dengan tujuan agar pemerintah cepat tanggap untuk segera melakukan perbaikan. Bahkan Pemerintah Kabupaten Tanjabtim sendiri telah berulang kali berkoordinasi ke Provinsi untuk mengatasi persoalan ini.
Seperti halnya saat pelaksaan Musrenbang tingkat kecamatan di Kecamatan Sabak Timur. Keluhan pun disampaikan di muka umum. Terkait hal itu salah seorang Anggota DPRD Provinsi Jambi, Apip Firmansyah yang menghadiri Musrenbang tersebut, mengakui jika kondisi jalan milik provinsi saat ini kondisinya cukup parah. Menidaklanjuti keluhan tersebut dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan ketua Komisi Tiga DPR Provinsi.
Dalam komunikasi tersebut pihak Komisi Tiga DPR Provinsi menyarankan untuk hering bersama antara Pemdda Tanjabtim,DPRD Tanjabtim, DPR Provinsi,Dinas Perhubungan dan Dinas PU Provinsi Jambi.
“Jalan milik provinsi yakni dari Sabak hingga Rasau memang sangat parah. Tadi ada laporan ada mobil yang terguling dan mengakibatkan kemacetan panjang,”kata Apip Firmasyah salah satu anggota DPR Provinsi.
Dikatakannya, dalam hering nantinya akan di dapat solusi terkait kerusakan jalan provinsi yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Karena kerusanak jalan milik provinsi jambi yang ada di Tanjabtim ini di karenakan lalu lintas angkutan pertanian di wilayah Tanjabtim cukup meningkat.
“Kita akan carikan solusi. Apakah nanti akan di lakukan pemasangan portal guna pembatsan tonase. Karena yang jadi masalah adanya kendaraan roda empat tonase nya melebihi kekuatan jalan. Mudah-mudahan ada solusi nya nanti,”ujar nya.
Pada Tahun ini juga lanjut nya Pemerintah Provinsi kembali mengangarkan peningkatan jalan Sabak-Rasau lebih kurang 18 Milyar. Dengan volume pekerjaan sepanjang 2,3 KM dan akan di bangun dengan sistem rigit beton.
“Tetapi yang jadi masalah itu volumenya masih cukup kecil. sedangkan volume jalan Sabak-Rasau itu sepanjang 33 KM. Nah sisanya ini yang kita mau carikan solusi,”jelas nya.
Sementara itu, salah satu Anggota DPRD Tanjabtim Yudi Hariyanto mengatakan hering ini membuka jalan pemda untuk menyampaikan kondisi dan keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan milik provinsi jambi yang ada di Tanjabtim. “saya rasa keran nya sudah terbuka, dan ini tugas kita selaku pemegang amanah rakyat,”bebernya.
Yudi pun meminta tidak ada lagi pembohongan publik terkait kerusakan jalan di wilayah Tanjabtim. Baik itu jalan yang menjadi kewenangan provinsi maupun kewenangan Kabupaten.(zal)