Jambione.com, JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS menghadiri pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) di Rumah Sakit Bhayangkara Mayang Mangurai Jambi, Rabu (5/2).
Dalam sambutannya Irjen Muchlis mengimbau kepada seluruh personel RS Bhayangkara untuk tidak sekali kali melakukan pungli atau sejenisnya. Juga meminta kepada seluruh perawat dan dokter yang ada untuk bekerja profesional dan mengutamakan keselamatan pasien.
"Jagan pernah ada pungutan apapun terhadap pasien ataupun keluarga pasien yang ada, tapi berikan pelayanan yang baik dan semaksimal mungkin. Harus ramah kerena pasien yang ada di rumah sakit adalah raja yang harus dilayani sepenuh hati," katanya.
Kemudian dia juga meminta kepada pegawai RS Bhayangkara agar tidak sembrono mengambil tindakan. Sebab, jika ada tindakan yang harus dilakukan segara lakukan tindakan tersebut agar masyarakat puas dengan pelayanan.
"Bekerjalah setulus hati, layani pasien sekuat tenaga, karena dari pasien kita mencari nafkah yang halal tanpa ada tindakan korupsi," tegasnya
Kepala Ombudsman Perwakilan Jambi DR Jafar Ahmad dalam sambutannya meminta semua yang bersangkutan setelah penandatanganan pakta integritas WBK ini tidak ada lagi tindakan korupsi dan sejenisnya sehingga Jambi bebas dari korupsi.
"Ketika kami agak sedikit mengkritisi bukan kami tidak senang dengan pihak rumah sakit, tapi itu bentuk kepedulian kami terhadap rekan rekan yang ada agar tidak salah langkah," ujarnya.
Sementara itu AKBP dr El Yandika, Direktur Utama Rumah Sakit Bhayangkara dalam kesempatan ini menyampaikan akan memperbaiki terus kinerjanya. "Adapun persiapan kami dalam menyambut zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi pertama kami akan mempersiapkan tim dari rumah sakit untuk meningkatkan daya audit terutama di menajemen perubahan, kemudian di bidang tata kelola, kemudian peningkatan pengawasan serta meningkatkan pelayanan publik secara umum,”ujarnya.
"Sekarang kita akan meluncurkan terobosan kreatif terbaru bidang IT yakni IKM ( Indeks Kepuasan Masyarakat) yang berbasis online yang mana pasien dan pengunjung rumah sakit dapat memberikan komentar langsung terhadap pelayanan rumah sakit atau tindakan pungutan liar yang dilakukan oknum pegawai kami,”ungkapnya.
Kemudian pihaknya juga membuat situs web yang dapat diakses oleh masyarakat sebagai sarana informasi dan publikasi serta komunikasi.
Untuk tenaga medis RS Bhayangkara Mayang Mangurai mempunyai 44 orang dokter spesialis dan 12 dokter umum, dan bisa bertambah lagi apabila dibutuhkan untuk peningkatan pelayanan. (cr4)