Mau Tahu Jumlah Miliarder di Indonesia? Baca Nih…

Selasa, 11 Februari 2020 - 22:58:52 WIB - Dibaca: 3270 kali

Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Andrew Chia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (11/2). (Romys Binekasri/JawaPos.com)
Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Andrew Chia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (11/2). (Romys Binekasri/JawaPos.com) ()

Jambione.com – Bank Standard Chartered Bank mencatat, pada 2017 terdapat 27 ribu miliarder di Indonesia. Jumlah ini diperkirakan naik menjadi 34 ribu pada 2021 mendatang.

Sementara itu, data Forbes melaporkan, pada 2019 total harta 50 orang terkaya di Indonesia naik USD 5 miliar atau Rp 76,2 triliun. Seluruh kekayaan mereka diprediksi mencapai USD 134,6 miliar atau Rp 1.831 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Andrew Chia mengatakan, mengacu data ini pihaknya mengambil strategi baru. Mereka akan menyasar generasi kedua atau penerus usaha keluarga dengan produk dan layanan Wealth Management.

“Ada peluang pasar yang besar di Indonesia untuk menyasar segmen menengah ke atas. Ketahanan ekonomi Indonesia pada 2019 ditambah proyeksi ekonomi relatif stabil pada tahun ini, sehingga membuat kami yakin merambah generasi muda,” ujarnya di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (11/2).

Selain itu, pihaknya juga mencatat kinerja positif di segmen priority banking. Konsumen di segmen diharapkan tumbuh sebesar 22 persen pada 2020.

Sesuai dengan tren investasi yang kini mengarah ke produk yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, pihaknya selaku agen penjual reksa dana mulai menawarkan Reksa Dana Indeks BNP Paribas SRI-Kehati. Produk ini dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management.

Selain pilihan produk, pihaknya juga mengembangkan layanan digital, seperti meluncurkan SmartGoals dan Online Mutual Fund pada 2019. Layanan ini berguna untuk membantu para nasabah melakukan perencanaan keuangan dan investasi reksa dana dengan mudah melalui ponsel.

“Tahun ini kami akan terus menawarkan pilihan produk keuangan inovatif yang sesuai kompleksitas kebutuhan dan minat masyarakat Indonesia,” katanya.(sumber: Jawapos.com)

 





BERITA BERIKUTNYA