Jambione.com, SAROLANGUN- Setelah heboh di pemberitaan terkait aksi mogok mengajar para guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02/VII Pasar Sarolangun, akhirnya kepsek Zunaida angkat bicara. Bahkan ia menganggap aksi yang dilakukan para guru tersebut tidak benar dan hanya sebatas tudingan.
Kepada sejumlah wartawan, Zunaida membantah atas semua tudingan yang dilontarkan oleh para guru saat melakukan aksi mogok pada Senin (17/2) kemarin. Bahkan Ia mengatakan bahwa Ia selaku kepala sekolah selalu memberi dukungan kepada seluruh guru demi kemajuan sekolah.
"Itu pembunuhan karakter, saya terima dengan baik, memang hak mereka untuk menyampaikan aspirasi, akan tetapi di sebelah pihak saya merasa kurang senang, karena sudah mencemarkan nama baik saya," ujar Zunaida, Selasa (18/2) kemarin.
Zunaida menjelaskan bahwa terkait tudingan masalah keuangan Dana BOS yang dianggap kurang transparan, menurutnya, itu tidak benar, soalnya Sebagai Kepala Sekolah yang merupakan pimpinan.
"Tidak semua harus transparan, transparan itu ada bagiannya, saya ini kepala sekolah, tidak semua harus diceritakan semua, ibarat kata orang Sarolangun itu kalau buka, buka sedikit bukan buka langsung buka semua," jelasnya lagi.
Lanjutnya, untuk masalah kesejahteraan guru terkait masalah sertifikasi, selama ini tidak pernah membatasi dan selalu menghormati serta mendukung guru untuk sertifikasi.
"Saya dibilang otoriter, otoriter dari segi mana, kalau masalah menegur guru dan apa yang disampaikan ke guru tersebut selama ini menurutnya sudah dengan baik-baik, dan semata-mata teguran tersebut untuk menyukseskan program Bupati Sarolangun. Selama ini saya menegur guru secara baik-baik yang mana sesuai dengan program Bupati untuk melaksanakan 15 menit mengaji sebelum belajar, sedangkan ada satu dua guru yang hadir sudah jam 7.30 lalu ditegur, dan bila ada guru yang bepergian sebelum bepergian tanpa menitipkan anak dulu kepada guru yang lain lalu ditegur, apakah yang seperti ini disebut otoriter. Kalau menurut saya sebagai pimpinan itu wajar," jelasnya lagi.
Ia juga mengaku bahwa sudah mengklarifikasi permasalahan tudingan para guru tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten Sarolangun, Helmi dan sudah menjelaskan bantahan dari semua tudingan para guru.
"Saya sudah menghadap pak kadis pendidikan, dan saya sudah menceritakan bantahan dari saya atas semua tudingan dari para guru dan sekarang permasalahan ini sudah mendapatkan titik terang, yang pasti kita berharap aksi mogok ini tak terulang lagi," pungkasnya. (wel)