Pemkot Akan Semprot Air Pakai Mobil Damkar

Pedagang Pasar Talang Banjar Blokir Jalan

Jumat, 21 Februari 2020 - 07:28:42 WIB - Dibaca: 1686 kali

PROTES: Para pedagang di Pasar Talang Banjar mrmrotes pemkot yang dinilai tidak tegas menindak pedagang yang masih berjualan di luar kawasan pasar Talang Banjar sehingga konsumen sepi.
PROTES: Para pedagang di Pasar Talang Banjar mrmrotes pemkot yang dinilai tidak tegas menindak pedagang yang masih berjualan di luar kawasan pasar Talang Banjar sehingga konsumen sepi. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Persoalan antara Pedagang Kaki Lima (PKL) dan sejumlah pedagang Pasar Talang Banjar tak kunjung usai. 

Pedagang Pasar Talang Banjar yang berjualan di dalam kawasan turun ke jalan. Mereka memblokir jalan sebagai bentuk protes pada pemerintah, Kamis (20/2).

Jali, salah satu pedagang Talang Banjar mengatakan, pedagang minta ketegasan pemerintah, karena masih banyak PKL yang berjualan di luar kawasan Pasar Talang Banjar.

"Kami hanya ingin pemerintah bersikap tegas. Kami di dalam sepi pembeli. Karena masih banyak pedagang yang berjualan di luar. Tidak tegas penertibannya," bebernya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, para pedagang yang memblokade jalan dan PKL telah ditertibkan Satpol PP Kota Jambi.

Kasat Pol PP Kota Jambi, Yan Ismar mengatakan bersama tim kepolisian, TNI, pihak kecamatan dan Disperindag Kota Jambi telah berdiskusi terkait masalah ini.

"Kita akan amankan pedagang yang di luar jika masih berjualan. Akan kita semprotkan air dari mobil Damkar. Itu sudah disetujui oleh pedagang," bebernya.

Budi Siswanto, Kabid Pengelola Pasar mengatakan, tak ada alasan bagi pedagang untuk berjualan di luar. Sebab, lapak yang disediakan oleh Pemkot di Pasar tersebut memadai.

"Hanya saja mereka masih merasa tidak cukup target yang dicapai jika berjualan di dalam. Besok kita kembali akan rapat dan tindak tegas dalam waktu dekat," jelasnya.

Kata dia, lapak di dalam pasar masih tersedia sebanyak 350 lapak. Sehingga sangat mampu menampung jumlah pedagang yang ada di luar. 

"Lapak kita masih cukup, sarana prasarana seperti listrik, air bersih juga mencukupi," katanya.

Budi menambahkan, jika masih bandel, tadi disepakati bahwa akan disemprotkan air dari mobil damkar. "Pedagang yang di dalam tadi sepakat," katanya.

Sementara itu, Camat Jambi Timur, Rieke mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pendataan. Ada sebanyak 30an pedagang yang masih jualan di luar kawasan. 

"Itu bukan warga Kota Jambi, warga Muaro Jambi," katanya. 

Terpisah, Edi PKL mengatakan, dirinya masih berjualan di luar dikarenakan lapak yang tersedia di dalam tidak memungkinkan. "Lapaknya masuk ke dalam, pembeli tidak mau berjalan sampai jauh jauh itu," tandasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA