Jambione.com, SAROLANGUN- Peresmian gedung instalasi rehabilitasi ketergantungan
Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif (Napza) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chatib Quzwain kabupaten Sarolangun, oleh bupati Sarolangun mendapat pujian dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Tidak hanya pujian, pihak Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jambi dan BNN juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada bupati Sarolangun dalam keseriusan memerangi peredaran narkoba.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BNP Jambi, Brigjen Dwi Irianto saat memberikan kata sambutan pada peresmian gedung instalasi rehabilitasi ketergantungan Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif (Napza) kabupaten Sarolangun.
”Ini adalah bukti nyata pemkab Sarolangun dalam keseriusan memerangi narkoba, ini karena inisiasi bapak bupati Sarolangun, bapak Cek Endra. Kami dari badan narkotika provinsi jambi sangat berterimakasih atas apa yang dilakukan oleh bapak bupati Sarolangun, Apalagi ini satu satunya yang ada di kabupaten dan kota di provinsi Jambi,” ujar Brigjen Dwi Irianto
Saat ini kata dia, bangsa ini tengah menghadapi kondisi sulit, khususnya di Jambi yang peredaran narkoba cukup tinggi tentu ini menjadi PR seluruh masyarakat Jambi khususnya Sarolangun.
”Kita dihadapkan penyakit sosial kejahatan narkoba, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menyikapi masalah ini, satu satunya adalah kerjasama semua element, Sarolangun sudah memberikan contoh yang baik, semoga ini menjadi ibadah bagi pak bupati dan jajaran," katanya lagi.
Pujian dan ucapan terimakasih itu juga datang dari BNN yang disampaikan langsung oleh Kepala BNN yang diwakili ibu Sestama Ibu Kombes Pol Sri Badriyati, bahkan dengan lantang Ibu Sri Badriyanti mengatakan bahwa apa yang di lakukan oleh bupati Sarolangun dalam memerangi narkoba sulit di temukan di daerah lain, jangankan di Jambi, se-indonesia saja sangat jarang ada kepala daerah yang konsisten dalam persoalan meredam laju narkoba
”Kita sangat mengapresiasi apa yang di lakukan bapak bupati Sarolangun, Ini adalah langkah nyata dan sangat strategis dengan membangun instalasi rehabilitasi ketergantungan narkotika. Jangankan di Jambi, di indonesia saja, bupati yang konsisten dan serius dalam menangani kasus narkoba ini sulit kita temukan. dan hebatnya lagi, digratiskan lagi oleh pak bupati bagi pasien yang mau di rehab, inikan sangat luar biasa,” ungkap Ibu Sri Badriyanti.
Menurutnya, saat ini BNN memiliki enam balai lokalisasi panti rehab, tentu dengan jumlah tersebut tidak cukup untuk menampung para pencandu narkoba yang ada di Indonesia dengan jumlah hampir empat juta jiwa.
”Nah inilah yang harus kita sikapi bersama, bersyukur dibawah kepemimpinan Cek Endra Sarolangun punya panti rehab bagi pecandu narkoba, kami siap membantu terutama persoalan SDM pengelola panti rehab ini sehingga nantinya bisa berstandar Nasional,” pungkasnya. (wel)