Fasilitas Wisata Danau Sipin Mulai Rusak

Belum Ada Penanggungjawab

Rabu, 26 Februari 2020 - 08:52:53 WIB - Dibaca: 1569 kali

MULAI RUSAK: Beberapa fasilitas di Danau Sipin mulai rusak akibat kawasan wisata air ini belum punya paying hukum yang menunjuk siapa yang menjadi penanggung jawab pengelolaannya.
MULAI RUSAK: Beberapa fasilitas di Danau Sipin mulai rusak akibat kawasan wisata air ini belum punya paying hukum yang menunjuk siapa yang menjadi penanggung jawab pengelolaannya. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Danau Sipin kini memang sudah menjadi salah satu objek wisata baru yang digemari masyarakat. Tak hanya di hari libur. Masyarakat pun kerap mengunjungi danau yang terletak di tengah kota Jambi tersebut untuk bersantai bersama keluarga, sahabat teman dan lainnya. 

Sejak dibuka beberapa waktu lalu saat ini wahana yang tersedia di danau tersebut cukup menarik bagi wisatawan diantaranya adalah berkeliling Danau Sipin dengan ketek hias. Namun sayang, wisata Danau Sipin yang ditargetkan menjadi wisata unggulan Jambi itu belum dikelola dengan baik. 

Puluhan ketek hias milik masyarakat sekitar telihat tidak beraturan. Mereka menaik turunkan penumpang tidak melalui dermaga, langsung terparkir di pinggir bronjong. Selain itu sebagian besar ketek hias juga belum menyediakan pelampung pengaman keselamatan.

Pantauan di lapangan juga, pedagang kaki lima (PKL) yang menjual jajanan, mulai memadati joging track di kawasan danau tersebut. Belum ada tempat PKL yang disediakan. Selain itu, beberapa fasilitas yang sudah dibangun juga sudah terlihat rusak, sejumlah besi pembatas joging track sudah patah dan hilang.

Jupri, salah satu pengunjung Danau Sipin mengatakan, Danau Sipin memang menarik banyak orang untuk berkunjung. Sebab danau tersebut berada di tengah Kota Jambi.

“Pembangunannya juga sudah banyak terlihat,” kata Jupri Selasa (25/2).

Jupriyanto menyayangkan, wisata sebesar Danau Sipin belum terkelola dengan baik. Pasalnya ketek hias masih terlihat belum beraturan.

“Ini juga mengkhawatirkan keselamatan pengunjung, banyak pengunjung yang bawak anak naik ketek hias, tapi belum semua ketek hias punya pelampung pengaman,” imbuhnya.

Selain itu juga belum ada petugas jaga yang stand by di lokasi tersebut.

"Seharusnya karena Danau Sipin merupakan salah satu wisata air, harus ada petugas jaga di lokasi tersebut.  Pengunjung khawatir nanti ketika terjadi insiden lamban penanganannya. Harusnya ini sejak awal diantisipasi," katanya.

Sementara Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan, untuk tata kelola Danau Sipin akan diatur regulasinya melalui peraturan walikota. 

“Saat ini kami melepas itu semua dulu. Yang terpenting Danau Sipin dikenal dan berkembang. Kita terus bangun, jalan dilebarkan, pintu air kita bangun. Nanti baru OPD apa, mengelola apa diatur,” kata Maulana.

Ketika semua sudah tertata rapi sebut Maulana, nantinya akan ada pengaturan. Misalnya untuk pemberdayakan masyarakat disana terkait ketek, retribusi parkir dan retribusi masuk.

“Harus ada payung hukum dulu. Kita belum sampai kesana, masih fokus untuk pembangunan,” imbuhnya.

Lanjut Maulana, yang terpenting ekonomi masyarakat disana bisa tumbuh. Terkait fasilitas pemerintah ada yang sudah rusak dan PKL mulai bertebaran saat ini, Maulana mengatakan akan menyegerakan regulasi tersebut.

“Regulasi tersebut akan segera dilakukan. PKL akan ditata, namun penataan ini tidak seperti mengembalikan telapak tangan. Kita nanti akan bangun restoran terapung, kawasan PKL. Kalau sekarang kita batasi, takutnya nanti pengunjung jadi sepi dan akhirnya proses promosi terganggu,” tambahnya.

Saat ini sebut Maulana, pihaknya hanya menghimbau kepada masyarakat supaya menjaga fasilitas yang ada.

“Jangan dirusak. Nanti yang ini dibangun, yang lainnya rusak, jadi kapan selesainya kalau gitu,” pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA