Disdik Turun Tangan, Seluruh Kepsek SMA/SMK Akan Dipanggil

Serangan Pelajar STM Berlanjut, Siswa SMKN 1 Diliburkan Dua Hari

Rabu, 26 Februari 2020 - 09:03:29 WIB - Dibaca: 2963 kali

(Idrus/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI – Konflik antar pelajar berlanjut. Puluhan Siswa SMKN 3 Jambi kembali mendatangi dan menyerang SMKN 1 di jalan A Thalib Nomor 8 Kelurahan Simpang IV Sipin, Telainaipura, Selasa (25/2), sekitar pukul 13.16 Wib. Para pelajar yang dulunya bernama STM itu tiba mengendarai sepeda motor membawa batu dan kayu.

Setibanya di depan SMKN 1, mereka langsung melemparkan batu dan  kayu ke halaman sekolah yang dulunya bernama SMEA tersebut. Serangan mendadak menjelang jam pulang sekolah itu membuat para siswa SMKN 1 panik dan sebagian ketakutan. Sepanjang Jalan A Thalib  dari Simpang Karya pun sempat macet akibat ulah pelajar STM tersebut. Namun, aksi pelajar STM itu tidak berlangsung lama. Karena warga dan pedagang di sekitar langsung turun tangan mengusir para pelajar STM tersebut.

Rizki, salah satu saksi mata di lokasi mengatakan, puluhan pelajar STM tersebut datang secara tiba tiba mengendarai sepeda moto. ‘’ Mereka langsung melempar batu dan kayu kea rah parkiran siswa SMKN 1. Setelah itu mereka langsung kabur," katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian terlihat berjaga jaga di SMKN 1. Setelah berdiskusi dengan pihak kepolisian, dan dinas pendidikan Provinsi Jambi, di sepakati siswa dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi jatuhnya korban.

Kapolsek Telanaipura AKP Yumika Putra berpesan kepada Siswa SMKN 1 jangan ada yang tidak langsung pulang. "Langsung pulang, jangan mampir mampir lagi," katanya. 

Seperti diketahui, serangan ulangan ini merupakan lanjutan dari tawuran antar dua sekolah, Senin (24/2) sore. Tawuran tersebut dipicu masalah asmara. Ceritanya, salah seorang pelajar SMKN 3 sakit hati diputus oleh pacarnya yang sekolah di SMKN1. Kabarnya, si cewek menjalin hubungan lagi dengan teman satu sekolahnya.

Lantaran sakit hati diputusin, pelajar dari SMKN 3 mendatangi SMKN 1 untuk menemui pacar si mantannya. Keduanya pun sempat terlibat perkelahian depan gerbang sekolah. Namun, tidak berlangsung lama karena dilerai oleh pedagang di sekitar lokasi.

Usai dilerai, pelajar SMKN 1 tersebut langsung pergi. Namun siapa sangka, dia pergi memanggil teman temannya menyerang SMKN 1. "Dia ke sini lagi langsung lempar batu ke dalam, orang ni (SMKN 1) langsung berhamburan lah. Kemudian seorang cewek kena lemparan batu. Kepalanya bocor dan langsung dibawa ke rumah sakit," kata Hendar salah satu saksi mata di lokasi kejadian.

Tak lama, aparat Polsek Telainaipura datang ke SMKN 1 Kota Jambi. Alhasil, dua orang dapat diamankan yang belum diketahui identitasnya dan asal sekolah.

Memanasnya hubunga dua sekolah ini membuat pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi turun tangan. Untuk menhindari terjadi penyerangan dan bentrok susulan, seluruh siswa SMKN 1 diliburkan selama dua hari. Rabu (26/2) hingga Kamis (27/2).

Kebijakan itu diambil Setelah mendapat petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. "Ya diliburkan selama dua hari. Tapi yang diliburkan hanya siswa saja," kata Waka kurikulum SMK N 1 Jambi, Hartini.

Seorang siswi SMKN 1 Jambi  mengatakan seluruh siswa SMKN 1 Jambi diliburkan dua hari, Rabu dan Kamis. “Mulai kelas 1 sampai kelas 3 bang. Hari Jumat baru masuk lagi. Libur ini gara-gara tawuran ini lah bang,” katanya.

Menurut siswa tersebut, akibat tawuran Senin lalu, salah satu siswi SMKN 1 Jambi mengalami luka parah. Korban mengalami 7 jahitan di kepala. “Kepalanya bocor keno batu. Korban siswi kelas 3 SMKN 1 Jambi bernama Dina,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa, tawuran antar siswa SMKN 1 Jambi dan SMKN 3 Jambi itu karena masalah percintaan. “Cewek yang direbutkan itu tadi sudah di panggil guru BK (Bimbingan Konseling). Cewek itu masih kelas 1 bang,” sebutnya.

Tak hanya itu, adapun tadi para siswa SMKN 1 Jambi diintruksikan gurunya untuk menggunakan jaket di luar sekolah. ‘’ Untuk menutupi identitas. Karena jangan sampai ada lagi korban dari tawuran tersebut,” sambungnya.

“Saya berharap tawuran ini cepat diselesaikan. Agar kami semua bisa kembali beraktifitas untuk belajar mengajar,” pungkasnya. 

Plh. Kabid Pembinaan SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis mengatakan untuk mengantisipasi bentrokan susulan, pihaknya akan memanggil seluruh Kepala Sekolah yang ada di Kota Jambi. "Kita cari dimana masalahnya. Takut juga nanti terjadi salah sasaran. Siswa melintas di depan SMKN 1 jadi salah sasaran," katanya. (cr04)





BERITA BERIKUTNYA