Jambione.com– Pasar saham Indonesia saat ini mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat anjlok hamper 2,7 persen sepanjang hari ini. IHSG sore ini ditutup amblas 2,69 persen atau 153 poin ke level 5.535.
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memaparkan, anjloknya IHSG hari ini tak terlepas dari kekhawatiran pelaku pasar, khususnya investor pasar modal terhadap penyebaran virus korona yang mulai menggerogoti aktivitas ekonomi yang turut mempengaruhi pasar saham.
“Penyebaran virus korona cukup besar. Perhatian pasar terhadap dampaknya ke ekonomi kemungkinan akan ganggu. Tambang turun. Data korona meningkat,” ujarnya saat dihubungi oleh Jawapos.com, Kamis (27/2).
Menurutnya, penyebaran yang semakin meluas ke berbagai negara membuat pasar saham di berbagai negara terpapar juga turut berdampak. Hal tersebut turut direspon sebagai semtimen sikologis oleh investor saham tanah air.
“Kalau kita lihat investor sudah nahan dari beberapa haru yang lalu. AS kan turunnya langsung banyak beberapa kali,” tuturnya.
Hans Kwee mengatakan, banyak sektor yang ikut merosot pertumbuhannya akibat wabah virus korona, diantaranya pemerbangan, pariwisata, serta farmasi. Selain itu, sektor properti dan tekstil pun turut berpengaruh karena aktifitas ekspor dan impor yang terganggu.
Selain itu, Hans Kwee menambahkan, dari faktor internal, dengan dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang oleh Amerika Serikat juga dapat menekan IHSG. Sebab, AS kemungkinan akan mencabut beberapa ketentuan, yang bisa menyulitkan Indonesia.
“AS berpotensi memicu perang dagang dengan Indonesia. Namun, virus korona masih menjadi sentiment utama,” tuturnya.(sumber:jawapos.com)
PetroChina Terima Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Arab Saudi Moratorium Umrah, Pemerintah Keluarkan Tiga Sikap
Satgas Tangkap 2 DPO Kasus Pengaturan Skor Laga Persikasi vs Perses
Evakuasi 188 WNI dari Kapal Pesiar World Dream Berjalan Lancar
Pelaku Bullying Kepada Pria Berkebutuhan Khusus Diduga Gangguan Jiwa