Dinkes Akan Tutun ke Kabupaten/kota Sosialisi Pencegahan

Hasil Pemeriksaan Dua Warga Kerinci Negatif Corona

Rabu, 04 Maret 2020 - 07:35:41 WIB - Dibaca: 2166 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, KERINCI – Warga Kerinci dan Kota Sungai Penuh sempat diheboh oleh virus Corona, Selasa (3/3) kemarin. Ini setelah dua warga setempat (Kerinci) diduga terpapar virus dari Wuhan, China. Pasalnya kedua warga tersebut mengalami gejala yang mirip gejala penderita virus corona. Yaitu sesak napas, batuk, dan demam panas tinggi.

Informasi yang diterima, keduanya mendatangi RSUD MHA Thalib Kerinci untuk mendapat pengobatan, lantaran sakit yang dialami kedua pasien tersebut hampir sama dengan gejala virus Corona. Sebelumnya, kkedua pasien datang berobat ke salah satu dokter prakter di Sungai Penuh. Hasil diagnosa dokter, warga tersebut mengalami demam berat.

"Saat ditanya dokter, ternyata riwayat perjalanan pasien pernah ke luar negeri. Keduanya baru pulang dari umroh dan pernah bertemu Jama'ah dari Cina dan berbagai Negara lainnya," ungkap Nofrizal Jaya,  Kabid Pelayanan RSUD MHA Thalib Kerinci.

Selanjutnya, sang dokter menghubungi pihak manajmen RSUD MHA Thalib Kerinci untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Atas info tersebut, kita sudah menyiapkan instrumen yang ada. Seperti ruang isolasi, perawat yang menangani," kata Nofrizal.

Namuan, lanjut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pihak RSUD MHA Thalib Kerinci, dua pesien yang semula diduga terinfeksi, ternyata negatif terkena virus corona. Kedua pasien tersebut hanya mengalami demam tinggi biasa dan sesak nafas. "Alhamdulillah negatif Corona. Hanya demam biasa,"terangnya.

Bupati Kerinci, H Adirozal menghimbau masyarakat Kerinci tetap tenang, terus waspada dan menjaga kesehatan menyusul adanya dua warga Indonesia yang positif terjangkit virus corona.  " Jaga hidup sehat. Cuci tangan setiap mau kemana, makan yang bergizi dan jaga kondisi tetap fit agar tidak mudah terserang virus apapun," katanya.

Bupati dpa Periode ini juga menekankan agar warga tidak perlu panik dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. "Kurangi berinteraksi dengan kerumunan orang banyak. Terutama dengan orang yang baru datang dari luar daerah," sebutnya. 

Selain itu, Adirozal juga minta kepada masyarakat untuk segera melaporkan dan Informasikan, jika ada keluarga atau tetangga yang terkena gejala mirip seperi corona kepada Dinas Kesehatan. "Silakan periksa ke dokter atau puskesmas terdekat jika merasakan adanya gejala virus corona,"pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr. Samsiran Halim menyatakan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi pencegahan Virus Corona. Terutama kepada para medis di kabupaten/kota se Provinsi Jambi. 

Menurut Samsiran, peningkatan sosialisasi sangat penting, supaya masyarakat lebih mengetahui dan semakin banyak yang tahu cara pencegahan Virus Corona. Termasuk juga untuk memproteksi para medis.

“Kami berencana keliling kabupaten/kota bertemu orang-orang kesehatan untuk menentukan definisi operasional Corona. Sehinggga tidak salah sebut. Jangan sampai batuk pilek biasa langsung disebut Corona,’’ jelasnya.

Selasa (3/3) kemarin, kata Samsiran, pihaknya sudah mengumpulkan perwakiklan Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di Kota Jambi. Dalam pertemuan itu dijelaskan bagaimana pencegahan dan sosialisasi ke masyarakat. ‘’Besok (hari ini) kami ke Batanghari. Kemudian Jumat ke Kota Jambi, kumpul dengan orang klinik, rumah sakit, dan Puskesmas. Lalu, Senin nya ke Tanjab Timur. Selasa ke Muaro Jambi, dan ke kabupaten/kota lainnya akan diatur. Petugas kesehatan juga harus dilindungi, dan harus tahu pencegahan,” terang Samsiran.

Menurut dia, rujukan penanganan Virus Corona di Provinsi Jambi adalah Rumah Sakit Umum Raden Mattaher. “Namun, rumah sakit di kabupaten/kota juga harus siap. Petugas kesehatan juga harus kita protect (lindungi). Bagaimana merujuknya tentu ada standarnya. Bukan asal rujuk saja,” ungkapnya.

Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), teknis perawatan, teknis medisnya di Rumah Sakit Raaden Mattaher. “Obatnya belum ada, paling yang support untuk daya tahan tubuh. Kalau sudah menyerang ke paru-paru, itu yang kita khawatirkan, bisa merusak paru-paru,” katanya.

Khusus untuk penanganan pasien virus Corona, disiapkan 3 kamar di RSUD Raden Mattaher Jambi. Lalu ada cadangan 1 kamar untuk 3 orang. “Kita tidak mungkin juga sediakan semua yang belum tentu dipakai. Kita tidak berharap banyak-banyak. Di rumah sakit lain diimbau minimal ada 1 kamar untuk isolasi,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Samsiran, Pemprov juga sudah membuat Satgas. Semua pihak terkait dilibatkan. Diantaranya KKP, pihak bandara, Karantina dan Dinas Sosial. ‘’Tempat karantina kalau perlu diperbanyak. Asrama Haji akan dipakai, yang nanggung makan Dinas Sosial. Imigrasi, orang-orang asing dan tenaga kerja asing harus kita koordinasi, bea cukai, polisi, Humas. Jadi banyak yang terlibat,” jelasnya.(sau/rey)





BERITA BERIKUTNYA