Tepis Kabar Pasien Suspect Virus Korona di RSUD dr Soetomo

Kamis, 05 Maret 2020 - 19:00:21 WIB - Dibaca: 1874 kali

()

Jambione.com – Masyarakat Surabaya sempat digegerkan dengan kabar pasien suspect virus korona di RSUD dr Soetomo. Berdasar informasi yang beredar, pasien itu berasal dari Rumah Sakit Royal Surabaya yang dirujuk ke RSUD dr Soetomo. Setelah dikonfirmasi, kabar tersebut ternyata meleset.

”Informasi itu keliru. Salah total,” ungkap Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Humas RSUD dr Soetomo dr Pesta Parulian Maurid Edwar SpAn kemarin (4/3). Dia mengatakan, pasien 70 tahun itu kini sedang dirawat dokter spesialis paru. Pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut menderita pneumonia.

”Saya tidak tahu dari mana awal mula informasi ini berkembang. Tapi, yang seperti ini membuat gaduh,” tuturnya.

Dia menerangkan, jika pasien terkena korona, ada tanda-tanda yang mengarah ke sana. Pneumonia hanya salah satu gejala jika seseorang terserang virus korona. Tapi, pasien itu terkena pneumonia karena bakteri. ”Bukan virus. Lagi pula, pasien tidak mengalami batuk dan demam seperti gejala virus korona,” tutur dia.

Berdasar pemeriksaan dada pasien oleh Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSUD dr Soetomo, tidak ditemukan indikasi yang mengarah ke sana. ”Kami juga melakukan pengecekan epidemiologi. Dia tidak memiliki riwayat bepergian ke negara-negara yang terkena virus korona,” tambahnya. Pasien memang menjalankan umrah seminggu lalu. Dia mengunjungi Makkah, Jeddah, dan Madinah. ”Kota-kota ini kan gak ada yang kena,” kata Pesta.

Menurut dia, hal tersebut perlu diluruskan. Kasusnya sama persis dengan guru bahasa Mandarin yang heboh beberapa waktu lalu. ”Pasien itu juga negatif korona,” ungkap dia. Pesta menjelaskan bahwa prosedur kesehatan menghadapi virus korona tidak main-main. Sebelumnya dilakukan persiapan khusus. Kementerian Kesehatan juga memberikan prosedur ketat pengawasan. ”Sementara waktu masih kami awasi,” tuturnya.

Kini pasien dirawat di Ruang Kohorting. Dia terpisah dengan pasien biasa. ”Bukan di ruang isolasi lho ya,” ungkap dia. Untuk sampai ke ruang isolasi, kondisi pasien memang sudah mengarah ke korona. ”Nah, karena ini hanya pneumonia, ya di Ruang Kohorting saja,” ungkap dia. Keluarga yang menjenguk tidak boleh dekat dengan pasien. Hanya menunggu di luar ruangan.

Pesta menerangkan, persoalan virus korona memang telah menyerang seluruh dunia. Indonesia juga terimbas. Namun, masyarakat tidak boleh menanggapinya berlebihan sehingga menyebarkan informasi keliru. Yang terpenting saat ini ialah menjaga kondisi kesehatan. Mengenakan masker penting. Terutama orang sakit. Orang sehat sebisanya menghindari kontak, percikan, dan sentuhan dengan orang yang kena flu atau bersin. Mencegah sedini mungkin langkah terbaik yang bisa dilakukan.

RSUD dr Soetomo sudah stand by dalam menghadapi korona tersebut. Salah satunya ruangan isolasi khusus. Ada delapan ruang isolasi yang tersedia. Masing-masing memiliki dua brankar. ”Jadi, ruang isolasi khusus ini sesuai dengan standar World Health Organization (WHO),” katanya. Sifat ruangan tersebut menegatifkan persebaran. ”Mengarantina virus. Jangan sampai keluar. Hanya di dalam ini saja,” tutur Pesta.

Selain itu, dia menerangkan, mesin ventilator dan alat detektor juga sudah disediakan. Di setiap ruangan sudah diletakkan alat kelengkapan tersebut. ”Untuk mesin ada dua yang kami siagakan. Sehingga penanganan lebih cepat dan akurat,” tambahnya. Pesta berharap upaya penanganan perlu didukung semua pihak. ”Khususnya ke masyarakat, jangan menyebarkan informasi yang keliru. Sebab, itu bisa memicu keributan di mana-mana,” tutur dia.(*)

Sumber: JawaPos.com




BERITA BERIKUTNYA