Pemkot Sebut Penipuan dan Baznas Akan lapor Polisi

Beredar Voucher Sembako Berbayar

Selasa, 10 Maret 2020 - 07:03:34 WIB - Dibaca: 1391 kali

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI-Nama Pemerintah Kota Jambi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dicatut orang tak bertanggung jawab. Beredar informasi adanya penjualan voucher sembako dan perlengkapan sekolah yang menyertakan logo Pemkot Jambi dan Baznas.

Dalam voucher tersebut dituliskan nominal  Rp 75 ribu untuk mendapatkan sembako yakni, minyak goreng, gula pasir, terigu, mentega. Kemudian perlengkapan sekolah dibandrol Rp 100 ribu untuk mendapatakan buku tulis, pena, pensil dan tas. 

Berdasarkan dari voucher yang tersebar di media sosial tersebut, masa belaku voucher yakni  17 Mei 2020 hingga pukul 16.00 Wib. Pada voucher tersebut juga dituliskan lokasi pengambilan kupon di GOR Kota Baru Jambi.

Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar mengatakan, Pemerintah Kota Jambi maupun Baznas Kota Jambi tidak pernah mengeluarkan dan menjual voucher sembako dan perlengkapan sekolah.

“Voucher yang beredar tersebut kami pastikan penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Abu Bakar, kemarin (9/3).

Kepada masyarakat Kota Jambi sebut Abu Bakar, pihaknya  mengimbau untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Pemkot Jambi, maupun lembaga lainnya. 

Sementara Ketua Baznas Kota Jambi Syamsir Nain ketika dikonfirmasi mengatakan hal senada, pihaknya tidak pernah mengeluarkan voucher sembako dan perlengkapan sekolah untuk dijual kepada masyarakat umum.

“Kita tidak pernah melakukan hal tersebut. Itu penipuan,” katanya.

Lebih lanjut Syamsir Nain menyebutkan, pihaknya sudah ada didatangi masyarakat untuk menanyakan hal tersebut.

“Tadi (kemarin) ada yang menanyakan itu ke kantor. Menunjukkan foto voucher itu. Kami tegas menyebutkan itu penipuan,” imbuhnya.

Kata Syamsir Nain, pihaknya tidak pernah melakukan kegiatan dengan memungut biaya kepada masyarakat.

“Penyaluran zakat dari bazas gratis. Tidak pernah ada pungutan biaya seperti itu. Jadi masyarakat jangan tertipu,” imbuhnya.

Atas kondisi tersebut kata Syamsir, pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

“Ini akan kita laporkan ke kepolisian untuk diusut siapa pelakunya. Jangan masyarakat resah dan tertipu,” pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA