Maulana Sidak Ruang Dekontaminasi

Selasa, 10 Maret 2020 - 07:04:51 WIB - Dibaca: 1580 kali

 Wawako Jambi, Maulana, menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau ruang dekontaminasi di RSUDHAM Kota Jambi sebagai antisipasi wabag Covid-19.
Wawako Jambi, Maulana, menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau ruang dekontaminasi di RSUDHAM Kota Jambi sebagai antisipasi wabag Covid-19. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI – Demi memastikan kesiapan RSUD Abdul Manap Kota Jambi, dalam upaya pena ggulangan virus corona, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana melakukan inspeksi mendadak, Senin (9/3) kemarin. Ada dua ruangan yang disidak olehnya yakni, IGD dan ruangan Dekontaminasi yang telah disiapkan sebagai ruang khusus isolasi tingkat pertama.

Sebagaimana diketahui, Dekontaminasi merupakan upaya mengurangi atau menghilangkan kontaminasi oleh mikroorganisme pada orang, peralatan, bahan dan ruang melalui disinfeksi dan sterilisasi dengan cara fisik dan kimiawi.

Dalam ruangan tersebut, Maulana terlihat mengecek beberapa peralatan yang ada di sana. Bahkan sesekali ia mencobanya. Usai melakukan pengecekan di sana, Maulana lanjut melihat kondisi ruang IGD. Sesekali, ia pun menyapa beberapa pasien yang dirawat di sana.

Maulana menungkapkan, tujuan sidak tersebut guna memastikan kesiapsiagaan RSUD Abdul Manap, untuk mengurangi kontak pasien suspect corona dengan pasien penderita penyakit lainnya.

“Tadi sudah kita cek langsung, ada ruang isolasi khusus di sebelah raungan IGD untuk pasien datang. Ini artinya mengurangi kontak langsung dengan pasien lain,” ungkapnya.

Lanjutnya, hal penting yang harus ditegaskan sesuai dengan protap yang telah ditetapkan yakni, pertama apabila pasien dengan gejala demam, riwayat demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak nafas dann kata kuncinya ada riwayat bepergian ke Tiongkok atau wilayah yang terjangkit corona, berdasarkan laporan WHO dalami waktu 14 hari terakhir atau masa inkubasi.

“Maka harus segera dibawa ke rumah sakit. Kemudian akan dikonrimasi dengan beberapa tindakan, di antaranya rontgen. Apabila negatif, maka akan dilakukan perawatan pemantauan sampai masa inkubasinya lewat. Jadi tidak kami lepas sampai siap,” jelasnya. Namun apabila positif, maka pasien akan diantar ke RSUD Raden Mattaher. Di akhir sidaknya, Maulana berharap masyarakat Kota Jambi tak panik terkait penyakit ini.

“Kalau untuk perlengkapan lengkap, tapi kita inikan tempat awal. Sehingga tidak ada begitu alat yang wah. Tapi kita minta masyarakat tidak panik akan hal ini,” tandasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA