Jambione.com, SAROLANGUN- Meskipun pemerintah pusat dan Pemerintah daerah Sarolangun telah menghimbau agar pelayanan dan kegiatan dengan melibatkan orang banyak untuk di hentikan sementara, Namun pelayanan kepengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tetap dilakukan sebagaimana biasanya.
Kadis Dukcapil kabupaten Sarolangun, Arsyad saat di jumpai sejumlah wartawan mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan himbauan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Dukcapil untuk sementara waktu pelayanan Adminduk dilakukan pembatasan atau penundaan. Namun, mengingat animo masyarakat sangat tinggi dalam mengurus Adminduk ke kantor Dukcapil Sarolangun, sehingga pelayanan tetap dilakukan dan tidak ada penundaan.
“Himbauan Dirjen dukcapil sudah ada namun inikan keinginan masyarakat, hari ini mau berurusan jadi tidak bisa ditunda,” ujar Arsyad, Kamis (19/3) kemarin.
Menurutnya, jika memang dilakukan penundaan terhadap pelayanan Adminduk ini, pihaknya memerlukan aturan baku dari pemerintah Kabupaten Sarolangun mengenai hal tersebut, jika memang harus dilakukan penundaan dalam pelayanan Adminduk kepada masyarakat.
“Kita perlu aturan baku dari pemerintah daerah untuk sementara waktu masyarakat dipending untuk mengurus Adminduk,” katanya lagi.
Untuk melakukan pelayanan dari rumah, katanya untuk di sarolangun masih banyak fasilitas yang kurang sehingga hal itu tidak bisa dilakukan, apalagi operator dalam perekaman E-Ktp harus berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Kalau tanda tangan elektronik mungkin bisa kita lakukan dari rumah, tapi perekaman, masyarakat harus berhadapan langsung dengan operator,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, para petugas pelayanan di dinas Dukcapil Sarolangun tidak menggunakan alat pengamanan untuk pencegahan penularan wabah virus Corona. Tidak hanya itu saja, alat pengukur suhu tubuh juga tidak terpasang ataupun dilakukan pengecekan oleh petugas saat masyarakat memasuki ruang pelayanan di Dinas Dukcapil Sarolangun, padahal, setiap hari kerja, dinas dukcapil selalu ramai didatangi oleh masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan.
"Kita tidak ada alat untuk itu, jangankan alat untuk mengecek suhu tubuh, masker dan pembersih tangan saja kita tidak ada," terang Arsyad.
“Kalau kita tolak itu tidak mungkin, maka kita tetap lakukan pelayanan, apapun konsekuensi dengan harapan tidak ada masalah terjadi di lapangan yang berkaitan dengan corona virus,” tegasnya menambahkan.
Menurutnya, persoalan alat pengaman seperti Masker, pembersih tangan sudah dilaporkan ke dinas kesehatan. Bahkan Ia sudah meminta kepada pihak RSUD Sarolangun untuk menempat petugas pengecek suhu tubuh di dinas Dukcapil Sarolangun.
“Seharusnya alat pengamanan itu memang harus lengkap, karena Dinas Dukcapil ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan setiap hari kerja selalu ramai masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan," pungkasnya. (wel)