Jambione.com, JAMBI- Bupati Tebo Sukandar mengaku belum tahu apakah satu pasien di Jambi yang dinyatakan positif covid-19 adalah Sekda Tebo Teguh Arhadi atau bukan. Makanya dia memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur rumah sakit memastikan informasi tersebut. Apalagi informasi yang beredar Senin siang sangat santer menyebutkan yang postif covid 19 itu adalah bawahannya.
‘’ Saya sudah minta Kadis Kesehatan dan Direktur rumah sakit untuk memastikan bagaimana kondisi sekda. Seperti apa sebenarnya. Apakah beliau yang dimaksud atau tidak. Kalau iya, kita minta ada informasi resmi. Jangan cuma katanya, beritanya seperti itu. Saya sendiri tidak berani mengatakan poistif corona gitu. Yang berhak mengumumkankan itukan pusat,’’ katanya saat dihubungi Jambi One Senin (23/3) malam.
Sukandar juga mengaku, Senin pagi sempat menghubungi bawahannya itu (sekda). ‘’ Beliau memang bilang masih di ruang isolasi. Kondisi badan masih panas. Ya seperti informasinya. Ketika saya Tanya, beliau sendiri belum tahu positif atau tidak. Ya hanya sebatas itu yang saya tahu kondisi terakhirnya,’’ ungkapnya.
Di Tebo sendiri, menurut Sukandar, pihaknya sudah melakukan semua yang diintruksikan Presiden dan Gubernur. Diantaranya membentuk gugus tugas. Kemuadian meliburkan sekolah dan lainnya.
Pihaknya juga sudah melakukan empat sampai lima kali rapat penanganan covid-19. Diantaranya persiapan APD, ruang isolasi dan lainnya. ‘’ Tapi, rumah sakit kita hanya untuk trabnsit. Bukan rujukan. Saat ini kita hanya bisa menghimbau masyarakat supaya patuhilah himbauan pemerintah,’’ katanya.
Lalu bagaimana dengan keluarga sekda? Menurut Sukandar, sampai kemarin keluarga Sekda Tebo masih dalam kondisi sehat sehat. ‘’ Kondisi mereka sehat. Memang mereka diisolasi mandiri. Karena takut diduga tadi itukan ya,’’ katanya lagi.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, memang istri dan anak Sekda Tebo saat ini
masih di isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. Seperti diketahui, Senin kemarin santer beredar informasi bahwa yang positif covid 19 di Jambi adalah Sekda Tebo Teguh Arhadi. Namun informasi tersebut sduah dibantah oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah yang menyatakan belum ada informasi resmi dari pusat.
Belakangan, Senin Sore, Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, menyatakan satu pasien di Jambi positif Covid-19. Makanya, kecurigaan masyarakat yang positif tersebut adalah sekda Tebo.
Terlepas dari siapa yang postif, Jambi One memperoleh riwayat perjalanan Sekda Tebo sebelum diisolasi di RS Raden Mattaher Jambi. Pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2020 Sekda Tebo Teguh Arhadi merasakan sakit pada tenggorokan, demam, sesak nafas dan merasakan badannya lemas.
Selanjutnya langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Thaha Saifudin Tebo. Karena keterbatasan peralatan dan antisipasi, Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Thaha Saifudin Tebo selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, Sekda Tebo dirujuk ke rumah sakit Raden Mattaher Jambi.
Sebelumnya Sekda tebo melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Setelah pulang dari perjalanan dinas, pada Selasa, 10 Maret 2020, beliau menghadiri acara Pengukuhan pengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selanjutnya pada Rabu, 11 Maret 2020, beliau menghadiri acara Bimtek Fasilitasi Pemilihan Kepala Desa Serentak dalam Kabupaten Tebo untuk 30 (tiga puluh) Desa se- Kabupaten Tebo bersama dengan Bupati Tebo, Kajari Tebo, Kepala Dinas PMD Kabupaten Tebo, Camat se- Kabupaten Tebo dan Kepala Desa se- Kabupaten Tebo.
Selanjutnya pada Sabtu, 14 Maret 2020, Sekda tebo juga menghadiri acara wisuda sarjana IAI Tebo ke- XVII Institut Agama Islam Islam Tebo yang dihadiri sebanyak lebih kurang 100 peserta.
Selain itu juga diperoleh informasi dari Dinkes-KB Tebo sampai dengan saat ini terdapat 70 orang dalam pemantauan (ODP). Diantaranya, dari daerah Sumber Sari (Muara Tebo), Lubuk Madrasah, SP 2, Rimbo Bujang II, Teluk Singkawang, Sungai Abang, Pulau Temiang, Tuo Pasir Mayang, Muara Tebo, Alai Ilir, Bangun Seraten, Rimbo Bujang II, Teluk Lancang. Semua OPD tersebut punya riwayat perjalanan keluar negeri atau kota yang positif virus covid 19.(kum)