Wabup: Berani Timbun Masker Penjara Menanti

Selasa, 24 Maret 2020 - 10:13:56 WIB - Dibaca: 2108 kali

Wakil Bupati Tanjabtim H. Robby Nahliansyah
Wakil Bupati Tanjabtim H. Robby Nahliansyah (ist/Jambione.com)

Jambione.com, MUARASABAK – Ditengah upaya Pemkab Tanjabtim mengantisipasi penyebaran virus corona, keberadaan masker sebagai salat satu upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus malah menghilang di pasaran. Parahnya lagi, stok masker yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabtim sendiri, hanya mengandalkan sisa stok tahun sebelumnya yang hanya berjumlah sekitar 300 lembar saja.

Terkait langkanya keberadaan masker tersebut, Wakil Bupati Tanjabtim H. Robby Nahliansyah pun mengingatkan warganya untuk tidak menimbun masker. “Kita akan cari solusinya, namun yang pasti jangan ada warga yang menimbun masker, jika ketahuan saya pastikan penjara menanti,” tegas Wabup.

Guna mengatasi persoalan menipisnya ketersedian masker sendiri, Pemkab Tanjabtim akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. “Kita akan koordinasi dulu dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, apakah masker ini memang benar-benar langka, atau ada persoalan lain, setelah itu baru nanti kita cari solusinya,” jelas Wabup.

Sementara menurut Jum’ati, selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabtim. Saat ini stok masker yang dimiliki Dinas Kesehatan hanya sekitar 300 buah saja, masker tersebut merupakan sisa stok tahun kemarin.

Sementara untuk tahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabtim belum ada memiliki rencana untuk membeli masker. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya, pembelian masker biasanya diperoleh dari dana DAK yang diterima Dinas Kesehatan. Namun untuk tahun ini, karena kecilnya DAK yang diterima, Dinas Kesehatan pun tidak dapat berbuat banyak.

 “Ada dua penyebab, pertama karena dana untuk pembelian masker itu biasanya diperoleh dari DAK. Sementara tahun ini DAK yang diterima hanya separuh dari tahun sebelumnya. Kedua masker ini sendiri di pasaran sangat sulit didapat, kalau pun ada harganya sangat mahal,” beber Jum’ati.

Pantauan di lapangan dari sejumlah apotik dan toko kelontong yang biasanya menjual masker, hanya beberapa saja yang tampak memiliki stok masker. Bahkan salah satu toko mengaku menjual masker eceran seharga Rp. 10 ribu per buah. “Saya belinya juga mahal, itupun cuma dapat satu box saja. selain dipakai untuk pribadi, jika ada yang beli saja jual seharga Rp. 10 ribu per buah,” kata salah seorang pemilik toko kelontong, yang enggan namannya disebutkan.(zal)





BERITA BERIKUTNYA