IDI Telusuri Penyebab Wafatnya Belasan Dokter Indonesia Akibat Corona

Jumat, 03 April 2020 - 22:32:15 WIB - Dibaca: 3901 kali

()

 

Jambione.com – Satu per satu dokter dan tenaga medis gugur di tengah perjuangan melawan Covid-19. Sedikitnya ada 13 dokter yang tercatat meninggal dunia karena virus Corona. Korban terbaru adalah Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. Jeanne PMR Winaktu di RSAL Mintoharjo Jakarta.

Ironbisnya, mereka yang gugur bukanlah dokter yang melayani langsung pasien Covid-19 di ruang isolasi, melainkan para dokter yang melayani pasien dengan membuka praktik sesuai dengan poli dan spesialisasinya.

“Kami sedang telusuri apakah memang para dokter yang meninggal ini ada riwayat kontak langsung dengan pasien Covid-19, atau ada riwayat penyakit sebelumnya, atau ada riwayat perjalanan ke luar negeri,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Moh Adib Khumaidi, Sp.OT, Jumat (3/4).

“Para dokter yang meninggal ini tak ada yang langsung merawat pasien di ruang isolasi langsung,” kata Adib.

Karena bukan dokter yang menangani pasien Covid-19, para dokter yang gugur tersebut bisa saja tertular dari pasien di ruang praktik poli mereka, atau punya riwayat perjalanan dari luar negeri.

“Ketularan pasien atau pasien datang tidak jujur misalnya. Lebih banyak rekan kami yang tertular itu di frontliners yang buka praktik mandiri atau poli lain. Karena saat situasi seperti ini, awareness itu sulit ya. Kita berhadapan dengan pasien yang tak bergejala tentu kita tak tahu,” kata Adib.

“Penyebab penularan ini masih kami telusuri. Masih kami cari tahu riwayatnya,” jelas Adib lagi.

Ketika disinggung perbandingan jumlah dokter di Indonesia yang tertular dengan para dokter di Tiongkok atau Singapura, menurut Adib hal itu dipengaruhi faktor kesadaran dan manajemen kesehatan di setiap negara. Sehingga, faktor kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) tidak bisa dituding menjadi biang keladinya.

“Saya nggak bisa juga mem-blow up para dokter meninggal karena kekurangan APD. Karena penyebabnya juga masih ditelusuri. Justru para dokter yang menangani pasien Covid-19 langsung di isolasi masih survive sampai saat ini. Kalaupun ada yang diisolasi atau dirawat, masih okelah kondisinya sampai sejauh ini. Ada juga yang sudah bekerja lagi setelah 14 hari diisolasi,” paparnya.

 

Praktik Online

 

Menurut Adib, di tengah situasi ini, lebih baik para dokter umum atau dokter yang membuka praktik dan poli untuk menaati protokol kesehatan. APD paling dasar tentunya memang wajib memakai masker meski stoknya semakin langka. Kemudian wajib memperhatikan kebersihan diri.

Para dokter juga disarankan untuk membuka praktik online atau konsultasi online. Sehingga pasien dan dokter bisa berkonsultasi lewat online, tak harus bertatap muka.

“Bagi para dokter frontliner yang membuka praktik pribadi, kami sudah sarankan agar kurangi jadwal praktik. Dokter yang lansia sebaiknya tak usah praktik dulu. Atau bisa konsultasi online jika pasien itu sudah ada riwayat statusnya. Misalnya hanya tinggal tebus resep obat yang terdahulu, hanya melanjutkan obat. Mau enggak mau dokter memang harus prepare,” jelasnya.

Menurut Adib, jika dibandingkan dengan negara Singapura, memang RS dan sistem kesehatan di Indonesia masih jauh dari kata siap. RS di Indonesia masih dipaksa untuk siap menghadapi situasi krisis penyakit menular seperti saat ini.

“Kalau Singapura memang sudah siap sekali. RS di Indonesia memang masih dipaksa untuk siap menghadapi situasi seperti ini,” paparnya. (*/Sumber:jawapos.com)

 

Berikut adalah daftar dokter yang meninggal karena Covid-19:

  1. Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Laurentius P Sp.KJ
    2. Dokter Spesialis Paru dr. Ucok Martin, Sp.P
    3. Dokter Spesialis Saraf dr. Hadlo Ali, Sp.S
    4. Dokter Spesialis THT dr. Adi Mitsa Putra, Sp.THT
    5. Dokter Spesialis Bedah dr. Djoko Sudodjoko, Sp.B
    6. Satgas Tim Penanggulangan Covid-19 dr. Toni Daniel Silltonga
    7. Guru Besar Epidemologi Universitas Indonesia
    Prof. dr. Bambang Sutrisna MHSc
    8. dr. H. Efrizal Syamsuddin, MM
    9. Guru Besar Farmakologi FK Universitas Gajah Mada
    Prof. Iwan Dwiprahasto
    10. dr. Exsenveny Lalopua. M.Kes
    11. dr. Bartholomeus BSK Wibowo
    12. dr. Ratih Purwarini
    13. dr. Jeanne PMR Winaktu. Sp.BS




BERITA BERIKUTNYA