Perjuangan Hidup Mati Pasien Covid-19 yang Sembuh Usai Dirawat 52 Hari

Selasa, 07 April 2020 - 18:52:34 WIB - Dibaca: 2227 kali

Perempuan 85 tahun bermarga Yu (tengah, wajah disamarkan), berhasil sembuh melawan virus Korona setelah dirawat selama 52 hari atau hampir 2 bulan. (China Daily/Asia News Network)
Perempuan 85 tahun bermarga Yu (tengah, wajah disamarkan), berhasil sembuh melawan virus Korona setelah dirawat selama 52 hari atau hampir 2 bulan. (China Daily/Asia News Network) ()

 

Jambione.com– Pada umumnya pasien Covid-19 diminta untuk isolasi mandiri selama 2 minggu atau 14 hari. Pasien yang imunnya kuat, sebelum 14 hari sudah dinyatakan sembuh. Tapi lain cerita dengan kisah yang dialami perempuan lansia tangguh asal Wuhan, Hubei, Tiongkok. Perempuan 85 tahun bermarga Yu, berhasil sembuh melawan virus Korona setelah dirawat selama 52 hari atau hampir 2 bulan.

Yu sembuh dan boleh pulang pada Minggu (5/4) setelah dirawat karena virus Korona selama 52 hari. Tak mudah bagi Yu untuk sembuh. Dia harus berjuang hidup dan mati. Apalagi usianya sudah sepuh. Namun, semangatnya luar biasa.

Yu didiagnosis terjangkit virus Korona pada 13 Februari lalu. Kondisinya memburuk dengan cepat karena dia juga menderita tekanan darah tinggi. Lantaran kondisinya memburuk, dia dipindahkan ke Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 13 Maret.

“Ketika dia tiba di unit perawatan intensif rumah sakit, dia mengandalkan bantuan ventilator untuk membantu napasnya selama tiga minggu,” kata kepala tim medis yang bertanggung jawab atas perawatan Yu, Li Jinhai, seperti dilansir dari AsiaOne, Selasa (7/4).

Li adalah anggota tim medis yang dikirim dari provinsi Jiangsu untuk membantu wabah di Wuhan. Li berjuang untuk menyelamatkan Yu.

“Tingkat kesulitannya 4,5 pada skala dari 1 sampai 5. Dengan 1 menjadi yang paling mudah dan 5 yang paling menantang. Semakin lama orang melekat pada ventilator, semakin sulit untuk melepaskan mereka dari mesin karena menjadi bergantung pada alat. Selain itu, menggunakan ventilator juga dapat menyebabkan infeksi berulang dan pneumonia yang dapat menyebabkan kematian,” kata Li.

Tekad tim medis saat itu adalah melepaskan ventilator dari Yu sesegera mungkin. Mereka kemudian mulai dengan hati-hati menyesuaikan obatnya dan fungsi ventilator.

“Itu benar-benar pertanda baik untuk melihat peran ventilator berubah dari mendukung kehidupan Yu menjadi hanya membantunya bernapas lebih baik,” katanya.

Pada 28 Maret, tim memutuskan untuk melepaskan ventilator setelah penilaian terperinci. Prosesnya berjalan lancar dan Yu mulai bernapas sendiri lagi. “Terlebih lagi, dia bisa tersenyum,” kata Li.

“Dalam pertempuran melawan kematian, kami secara bertahap menemukan harapan dan merasakan sukacita setelah menang,” tulis Li dalam buku hariannya pada hari itu.

Dengan perawatan lebih lanjut dari tim, Yu sepenuhnya pulih dan dites negatif virus Korona. Dia adalah salah satu pasien tertua yang dipulangkan oleh tim medis dari Jiangsu.

Pada Minggu (5/4) pagi, tim medis yang dikirim dari Jiangsu di Rumah Sakit Jinyintan telah merawat 48 pasien virus Korona dalam kondisi parah. Dari mereka, kondisi 15 lainnya telah membaik. “Tiga pasien lain telah berhasil lepas dari ventilator,” sebut mereka.(*/jpg)

 

Sumber:jawapos.com

 





BERITA BERIKUTNYA