Di Bungo, Keluarga Pasien Postif Covid-19 Isolasi Mandiri, Karyawannya Akan di-Rapid Test

Telat Diberi Makan, PDP Sempat Kelaparan

Senin, 13 April 2020 - 06:47:50 WIB - Dibaca: 2021 kali

(Kholil/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MERANGIN- Pelayanan RSU Kol Abunjani, Bangko tengah disorot. Di saat pemerintah tengah focus menangani covid-19, rumah sakit plat merah tersebut malah melakukan sedikit kelalaian. Mereka terlambat memberi jatah makan siang untuk dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid-19 yang diisiolasi di rumah sakit tersebut, Minggu (12/4) kemarin. 

Keluarga Pasien pasien pun mengaku sangat kecewa. Apalagi dua PDP tersebut masih anak anak. Keduanya sampai menghubungi pamannya minta diantarkan nasi. Keduanya mengaku kelaparan karena belum diberi makan. Padahal sudah pukul 13.00 Wib. "Iya benar,  keponaan saya nelpon. Mereka kelaparan. Ini saya belikan nasi," kata Nanang Fahrurrozi Minggu siang. 

Jubir Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Merangin, Arif ketika dikonfirmasi menyebut dirinya akan menghubungi pihak rumah sakit. "Sudah saya bel (telepon) Dirut RSU Bangko tentang ini," kata Arif.

Direktur RSUD Kol Abunjani, Berman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dia mengakui pihak rumah sakit agak terlambat memberikan makanan. Namun, dia berjanji kedepanya akan memperbaiki kesalahan ini. "Kita akan lakukan perbaikan. Kedepannya kita akan kasih makan cepat, sebelum waktunya tiba (jam makan),’’ katanya.

Sementara itu, dari Kabupaten Bungo dilaporkan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat terus menghimbau masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah. Apalagi di daerah itu sudah terkonfirmasi ada dua pasien positif covid-19. Selain himbauan, Tim Gugus juga telah melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus asal Wuhan, China tersebut.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bungo dr Safruddin Matondang mengatakan, pihaknya sudah meninstruksikan keluarga psien positif melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kemudian, terhadap orang orang yang pernah kontak langsung dengan kedua pasien  akan dilakukan rapid test.  

Seperti diketahui dua pasien postif covid-19 asal Bungo itu adalah salah satu pengusaha ternama di Kota Lintas tersebut dan sopirnya. Sang pengusaha yang disebut dengan kode pasien 03 kini dirawat di RSUD Raden Mattaher. Sementara sopirnya dengan kode pasien 04 dirawat di ruang isolasi RSUD Hanafie Bungo. ‘’ Keluarga pasien kita minta melakukan isolasi mandiri. Sementara karyawan pasien akan kita lakukan rapit test,’’ kata Safaruddin. 

Selain itu, Pemkab Bungo juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak bandara Bungo supaya membatasi jam penerbangan dari dan ke Bungo melalui Bandara Bungo. Yang biasanya tiap harui dibatasi menjadi dua kali dalam sepekan. Pembatasan jam penerbangan ini sudah dilakukan sebelum terkonfirmasi dua pasien positif covid-19 asal Bungo.

Bahkan ada rencana penutupan sementara bandara Bungo. Rencananya, hari ini, Senin (13/4), Bupati Bungo Mashuri akan melakukan rapat dengan forkompinda untuk membahas tindakan berikutnya yang akan dilakukan terkait dua pasien positif asal Bungo.

‘’ Memang ada rencana penutupan bandara. Tapi kita akan rapat dulu Senin besok (hari ini). Saat ini kita belum bisa mengatakan Bungo masuk zona merah. Meski demikian kita tetap melakukan penegetatan pengawasan,” kata Mashuri

Meski sudah ada dua orang yang positif, Mashuri menghimbau warga Bungo tidak panik. Dia minta masyarakat mematuhui aturan pemerintah mengunakan masker, jauhi tempat keramain dan menjaga pola hidup sehat. “Sekali lagi jangan panik. Tapi tetap waspada. Jangan keluar rumah agar terhindar  wabah corona. Mudah mudahan- mudahan di bulan akhir Mei wabah covid 19 ini berakhir,”katanya.

Jubir tim gugus tugas penanganan covid-19 Bungo, dr Safaruddin Matondang  menambahkan pihaknya memang memprediksi covid-19 akan berakhir di bulan Mei akhir, asalkan masyarakat mengikuti aturan yang dibuat pemerintah.

Sementara itu, grafik perkembangan penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi maih naik turun. Data terbaru yang dirilis tim gugus tugas penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Minggu (12/4) kemarin, Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 1 orang dari 8 menjadi 9 orang.

Sementara, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) berkurang 13 orang, dari 654 menjadi 641 orang. Kemudian, positif 4 orang, setelah ada penambahan dua pasien  positif dari Bungo, Sabtu (11/4). Lalu pasien yang menunggu hasil uji swab 7 orang.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Penanaganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menjelaskan, empat pasien positif covid-19 masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jambi. Psien 01 berasal dari Tebo dirawat di RSUD Raden Mattaher. Lalu pasien 02 berasal dari Kerinci dirawat di RSUD MHA Thalib Kerinci, pasien 03 berasal dari Bungoi dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dan pasien 04 dari Bungo dirawat di RSUD Hanafie Bungo.

Menurut Johan, saat ini penyebaran ODP terbanyak masih di Kota Jambi, yakni 318 orang. Bertambah 3 orang dari hari sebelumnya. Kemudian jumlah PDP Kota Jambi tetap 1 orang. Di Kabupaten Muarojambi ODP bertambah 91 menjadi 106 orang dan PDP kosong.

Selanjutnya, di Batanghari ODP berkurang dari 68 menjadi 58 orang dan PDP nihil. Lalu, di Sarolangun, ODP berkurang dari 4 menjadi 2 orang dan tak ada PDP. Merangin, ODP kembali berkurang dari 30 menjadi 25 orang dan PDP tetap 2 orang. Sungaipenuh, ODP berkurang dari 16 menjadi 12 orang dan PDP nihil.

Berikutnya, ODP di Kerinci bertambah satu orang menjadi 61 orang dan PDP masih ada 1 orang. Di Kabupaten Bungo, ODP masih sama dengan sehari sebelumnya, yakni 30 orang dan PDP bertambah dari 2 menjadi 3 orang. Kemudian di Tebo, ODP kembali turun dari 24 menjadi 18 orang dan PDP masih 1 orang. di Tanjab Timur jumlah ODP berkurang dari 5 menjadi 2 orang dan tak ada PDP. Terkahir di Tanjab Barat, jumlah ODP berkurang dari 11 menjadi 9 orang dan ada 1 PDP

Sementara itu, secara nasional, tingginya kasus positif Covid-19, kabar baik datang dari jumlah pasien yang sembuh. Pada Minggu (12/4), dikatakan ada penambahan pasien sembuh sebanyak 73 orang.

Ini merupakan jumlah pasien sembuh tertinggi per harinya sejak pertama kali kasus virus Korona diumumkan di Indonesia pada awal Maret. Biasanya jumlah pasien sembuh hanya di bawah 50 orang setiap kali diumumkan.

“Update laporan kali ini membuat kita bersyukur bahwa sudah sampai saat ini ada 359 total pasien sudah sembuh. Ada tambahan pasien sembuh tambah 73 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu (12/4). “Dengan angka ini kita yakini bahwa Covid-19 bisa disembuhkan,” tambahnya.

Sedangkan jumlah kasus meninggal bertambah 46 jiwa menjadi 373 jiwa. Artinya jumlah pasien sembuh nyaris melebihi pasien meninggal dunia. Memang angka pertambahan kasus positif masih cukup tinggi yakni ditemukan 399 kasus baru. Sehingga total keseluruhan pasien positif di Indonesia sebanyak 4.241 kasus.

“Penyebaran masih terjadi. Ancaman masih ada. Mari putus penularan. Pastikan jaga kesehatan. Kita bisa berperang dan mampu berperan baik,” kata Yurianto. Dia menegaskan semua orang untuk disiplin mencuci tangan dan menggunakan masker. Disiplin menjaga jarak aman. Patuh dan disiplin tetap berada di rumah.

“Jangan lakukan perjalanan ke manapun termasuk ke kampung halaman pada kali ini. Risikonya sangat besar. Bukan untuk kita tapi juga keluarga kita di kampung halaman,” katanya.

Yurianto juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga imun tubuh dengan makan makanan bergizi. Selalu mengutamakan hati yang sabar dan gembira. “Istirahat yang cukup dan jangan sentuh mata hidung mulut sebelum cuci tangan,” tukasnya.(lil/yad)





BERITA BERIKUTNYA