Sudah 6 Orang Positif Covid-19 di Jambi, Pasien Pernah Ikut Tabliq Akbar di Gowa (Sulsel)

Ayo Makin Waspada! Corona Sudah Masuk Kota Jambi

Kamis, 16 April 2020 - 07:22:25 WIB - Dibaca: 2495 kali

(Ali Ahmadi/ Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-  Warga Kota Jambi diminta untuk lebih menigkatkan kewaspadaan lagi. Patuhi himbauan dan protokol yang ditetapkan pemerintah. Karena virus Corona kini sudah masuk ke Kota Jambi.  Ini diketahui setelah satu Pasien Dalam pengawasan (PDP) Virus Corona (covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi dinyatakan positif Covid-19 berdasarakan hasil uji swab.

Konfirmasi satu pasien positif covid-19 di Kota Jambi ini diumumkan langsung oleh Walikota Jambi Syarif Fasha, di rumah Dinas Walikota Jambi, Telanaipura, Rabu Sore (15/4).

‘’Dari sepuluh orang yang dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) dengan menguji sampel lendir (swab) di Kota Jambi, hasilnya enam orang negatif. Masih menuggu hasil swab 3 orang dan 1 orang positif,’’ katanya.

Menurut Fasha, pasien positif Covid-19 di Kota Jambi itu disebut dengan kode kasus 01 KJ (Kota Jambi). Pasien merupakan laki-laki 66 tahun berasal dari Kecamatan Paal Merah. Tambahan satu PDP di Jambi terkonfirmasi positif ini juga diumumkan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah. Menurut Johan, pasien baru tersebut merupakan jamaah tabliq.

Dengan tambahan satu kasus positif baru ini, kini di Provinsi Jambi sudah ada enam orang terkonfirmasi positif covid-19. Sebelumnya sudah ada lima pasien positif. Rinciannya, pasien 01 berasal dari Tebo, dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Lalu, pasien 02 asal Kerinci dirawat di RSUD MHA Thalib, Kerinci. Pasien 03 dan 04 bersal dari Kabupaten Bungo. Keduanya dirawat ditempat berbeda. Pasien 03 dirawat di RSUD Raden Mattaher. Sedangkan pasiehn 04 di RSUD Hanafie, Bungo.  Kemudian, pasien 05 asal Kualatungkal, Tanjab Barat, dirawat di RSUD Daud Arife, Kualarungkal.

Fasha menjelaskan,  pasien yang dinyatakan positif COVID-19 asal Kota Jambi tersebut sebelumnya pernah melakukan perjalanan ke luar kota. Yakni mengikuti acara tabligh akbar di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, pada 16 Maret 2020. Dia kembali ke Kota Jambi pada 20 Maret 2020. 

Enam hari kemudian, tanggal 26 Maret 2020 pasien mengalamai keluhan batuk pilek dan sesak nafas, sehingga melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat. Selanjutnya, pada 28 Maret 2020, pasien kembali mendatangi puskemas terdekat dengan keluhan yang sama. 

“Pada tanggal 31 Maret, pasien kembali lagi ke puskesmas terdekat memeriksakan diri dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi. Pada saat itu, hasil rapid test meragukan. Pada 1 April 2020 kembali dilakukan rapid test. Hasilnya positif,” jelas Fasha. 

Lebih lanjut Fasha menyebutkan, pada 2 April 2020 diambil swab untuk tes PCR. Pada Rabu, 15 April kemarin hasil tes PCR diterima Pemerintah Kota Jambi. Hasilnya positif covid-19. 

Mendapati ada pasien positif, Dinas Kesehatan Kota Jambi langsung melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien 01 KJ tersebut.

Dari hasil tracking terdapat 27 orang merupakan rombangan pasien 01 KJ yang berangkat ke Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengikuti tabligh akbar. Dari 27 orang tersebut, baru dilakukan rapid tes sebanyak 12 orang. Hasilnya negatif. Sementara 15 sisanya sedang dalam proses akan dilakukan rapid tes.

            Selain 27 orang tersebut, menurut Fasha, turut dilakukan rapid test terhadap keluarga terdekat pasien 01 KJ. Hasilnya satu orang dekatnya dinyatakan positif . Orang tersebut merupakan istri dari pasien 01 KJ. Saat ini menunggu hasil swabnya. “Ini wabah. Saya katakan kemungkinan bertambah ada. Kita harus lebih hati-hati,” katanya.

Menurut Fasha, saat ini kondisi pasien secara klinis fisiknya sehat. “ Tidak ada batuk-batuk. Tapi rontgen juga posotif,” katanya.

Lebih lanjut, Fasha meminta kepada rekan pasien positif yang telah melakukan perjalanan yang sama dan kontak dengan pasien, untuk segera melapor kepada Pemerintah Kota Jambi.

 “Jangan takut dan jangan malu. Supaya kami bisa melakukan pemeriksaan dan pengawasan. Jangan sampai dengan merahasiakan diri, tapi membahayakan keluarga dan lingkungan kita,” tuturnya.

Selanjutnya,  Fasha juga berpesan kepada masyarakat Kota Jambi untuk dapat mengikuti dan mematuhi aturan yang sudah dibuat. “Jangan lagi berkumpul. Terus gunakan masker. Tetap cuci tangan dengan air mengalir. Kemudian masyarakat  Kota Jambi jangan panic. Tetap ikuti instruksi pemerintah terkait pencegahan penyebaran COVID-19,” pungkasnya.

Sementara itu, dari data yang dirilis Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Rabu (15/4) kemarin, selain penambahan jumlah pasien positif (6 orang), juga terjadi penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 11 menjadi 13 orang. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) berkurang dari 543 menjadi 468 orang. Artinya, yang sudah selesai menjalani masa pemantauan terus bertambah.

Sementara pasien yang masih menunggu uji swab berkurang satu, menjadi 7 orang. Jubir Tim Gugus Tugas penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah  mengatakan, di Kota Jambi jumlah ODP berkurang dari 256 menjadi 249 orang. Kemudian jumlah PDP bertambah dari 3 menjadi 5 orang.

Selanjutnya, di Kabupaten Muarojambi, ODP berkurang dari 92 menjadi 67 orang dan PDP kosong. Di Batanghari ODP juga berkurang dari 45 menjadi 30 orang dan nihil PDP. Lalu, di Sarolangun dilaporkan tak ada lagi ODP dan juga PDP. Kemudian di Merangin, ODP berkurang dari 29 menjadi 20 orang dan PDP menjadi 3 orang.

Berikutnya, di Sungaipenuh, ODP berkurang dari 9 menjadi 7 orang dan PDP nihil. Di Kerinci ODP berkurang dari 63 menjadi 52 orang dan PDP masih ada 1 orang. Di Kabupaten Bungo, ODP berkurang dari 29 menjadi 27 dan PDP berkurang satu, menjadi 2 orang. Kemudian di Tebo, ODP kembali turun dari 13 menjadi 9 orang dan PDP masih 1 orang. Di Tanjab Timur jumlah ODP masih ada 1 orang dan tak ada PDP. Terkahir di Tanjab Barat, jumlah ODP masih sama dengan sehari sebelumnya, 6 orang dan ada 1 PDP.

Secara nasional angka kasus positif Covid-19 di Indonesia juga makin bertambah setiap hari. Angka kasus positif pada Rabu (15/4) bertambah 297 kasus. Sehingga totalnya jadi 5.136 kasus. Sedikitnya dalam dua hari berturut-turut, angka kasus positif lebih landai di bawah 300 kasus.

Kabar baik datang dari angka pasien sembuh yang melebihi angka kasus meninggal. Ada pertambahan 20 pasien sembuh sehingga total pasien sembuh sebanyak 446 orang. Dan angka kasus meninggal bertambah 10 jiwa sehingga menjadi 469 kematian. Angka kasus meninggal ini lebih sedikit dibandingkan kemarin, Selasa (14/4), yakni mencapai 60 orang dalam sehari.

Meski begitu, alarm peringatan bahaya penularan virus bagi masyarakat justru terjadi pada angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jumlah ODP adalah sebanyak 165.549 orang dan PDP adalah sebanyak 11.165 orang.

“Data yang kami sajikan ini sebagai penularan masih terjadi. Penyebaran penyakit masih terjadi. Mari bahu membahu saling membantu. Saling menjaga pastikan tak ada lagi penularan. Tak ada lagi yang menular. Dan tak ada lagi kelompok rentan tertular,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Rabu (15/4).

Sejauh ini, total yang sudah diuji dengan real time PCR seluruh Indonesia adalah sebanyak 36.431 spesimen. Hasil spesimen negatif Covid-19 adalah 27.865 orang. Melihat fenomena ini, masyarakat harus lebih patuh dan disiplin lagi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.(ali/jpg)





BERITA BERIKUTNYA