Separuh Wilayah Jambi Sudah Terjangkit Corona, Pasien 07 Tanpa Gejala

Jumat, 17 April 2020 - 08:24:29 WIB - Dibaca: 13193 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Masyarakat Provinsi Jambi diminta makin meningkatkan kewaspadaan. Sebab, tren jumlah kasus baru postif virus corona (covid-19) terus bertambah. Bahkan dalam tiga hari belakangan, tiap hari ada penambahan kasus baru. Per Kamis (16/4) kemarin, terdata sudah ada tujuh orang terkonfirmasi positif covid-19 di Provinsi Jambi. Pasien baru dengan kode 07 tersebut diketahui berjenis kelamin laki laki, umur 48 tahun asal Desa Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, kini separuh wilayah (kabupaten/kota) Provinsi Jambi sudah ‘diserang’ virus asal Wuhan, China tersebut. Seperti diketahui, 7 pasien positif corona di Jambi tersebut  tersebar di 6 kabupaten dan Kota. Rinciannya, pasien 01 asal Tebo, dirawat di RS Raden Mattaher Jambi. Pasien 02 asal Kerinci dirawat di RSUD MHA Thalib.

Kemudian, pasien 03 dan 04 asal kabupaten Bungo. Satu dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dan satu lagi dirawat di RSUD Hanafie Bungo. Berikutnya, pasien 05 asal Kota Kualatungkal, Tanjab Barat, dirawat di RSUD Daud Arif Kualatungkal. Pasien 06 asal Kota Jambi dirawat di RSUD Abdul Manap, Kota Jambi, dan pasien 07 asal Kota Sungaipenuh, dirawat di RSUD MHA Thalib, Kerinci. 

Jumlah pasien positif ini kemungkinan besar bisa bertambah lagi hari ini atau beberapa hari ke depan. Pasalnya, dari data yang dirilis Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Kamis sore, tren jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah, dari 13 orang (Rabu lalu), menjadi 17 orang . Ini artinya masih ada 10 lagi PDP yang belum diketahui positif atau negatif. Lima diantaranya menunggu hasil uji swab.

Yang bikin lebih khawatir lagi, rekam jejak kontak dan riwayat perjalanan dua dari tujuh pasien positif cukup banyak. Pasien 06 asal Kota Jambi misalnya. Punya riwayat perjalanan ikut Tabliq Akbar di Gowa, Sulawesi Selatan. Dia berangkat bersama 26 orang lainnya pada 16 Maret. Pulang ke Jambi pada 20 Maret 2020. Enam hari kemudian, 26 Maret mengeluh sakit sama dengan gejala covid -19.

Dia sempat tiga kali bolak balik ke puskesmas berobat. Baru tanggal 1 April dijemput dan dirawat di ruang isolasi RSUD Abdul Manap Kota Jambi. Jadi, selain riwayat perjalanan, rentang waktu 20 Maret hingga 1 April, pasien diperkirakan banyak melakukan kontak dengan orang lain. Potensi penularannya pun cukup banyak.  

Kemudian, pasien 07, yang baru terkonfirmasi positif,  asal Kota Sungai Penuh juga punya riwayat perjalanan dan rekam jejak contak cukup banyak. Dari data yang dirilis tim gugus tugas penanganan covid-19 Provinsi Jambi, si pasien punya riwayat berhubungan dengan orang banyak dan pernah dari Malaysia.

Dari rilis tersebut diketahui,  sehari-hari  si pasien 07 berjualan dan mempunyai toko kelontongan. Pada akhir Februari  2020 lalu, dia menghadiri acara Tabliq Akbar di Malaysia. Pulang ke Sungaipenuh pada awal Maret lalu.

Pada bulan yang sama si pasien juga melaksanakan pengajian di Koto Baru, Sungaipenuh dan Kayu Aro bersama pasien 02 yang lebih dulu dinyatakan positif  corona. "Info yang aku dapatkan, pasien positif ini sempat ikut pengajian jamaah Tablig di Koto Baru dan Sungai Lintang di Kayu Aro,"ungkap Sumber. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Sungai Penuh, Azwarman, membenarkan  informasi ini. Menurut dia, pasien 07 ini termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Kesehariannya sebagai penjual kelontong, sering ikut pengajian jemaah Tabliq. Bahkan pasien sudah keliling di kota Sungai Penuh. 

‘’ Pada tanggal 21 Maret 2020 pasien melaksanakan pengajian di Sungai Lintang. Lalu, Pada tanggal 28 Maret 2020 hasil pemantauan dari Puskesmas Sungai Bungkal, pasien 07 tidak ada gejala yang mengarah ke Covid-19, ‘’ katanya.

Menurut Azwarman, pihaknya akan melakukan contact tracing dan melakukan rapid test terhadap orang orang yang pernah kontak dengan pasien. Jumlah yang sudah terdata sekitar

15-20 orang.  Sedangkan keluarga pasien, menurut dia, telah dilakukan rapid test saat pasien 07 di solasi di rumah sakit. "Hasil rapid testnya negative. Tapi kita akan rapid test lagi setelah 10 hari,"tambahnya. 

Dia menghimbau kepada masyarakat kota Sungai Penuh yang pernah kotak dengan Pasien 07 untuk dapat melaporkan kepada Dinas Kesehatan Sungai Penuh untuk dilakukan Rapid Test.  "Kepada Warga Sungaipenuh untuk mengikuti protocol dengan menggunakan masker saat keluar rumah dan rajin mencuci tangan,"katanya. (rey/ali/kum)





BERITA BERIKUTNYA