Jambi - Orang gila atau orang yang memiliki gangguan kejiwaan yang sering kita temui menggelandang di jalanan adalah orang yang berpotensi sulit untuk terpapar virus Corona, tapi meskipun sulit untuk mengidap ataupun terpapar virus Corona mengapa demikian karena banyak faktor yang mempengaruhinya, Namun meskipun demikian tetap saja ada potensi tertular, hal ini dikarenakan virus ini begitu cepat penyebarannya dan begitu pesat perkembangannya.
Akan tetapi jika dibandingkan dengan Masyarakat biasa tentunya Orang gila sangat sedikit sekali berpotensi terpapar virus ini, hal ini dikarenakan orang yang mengalami gangguan kejiwaan yang sering kita temui menggelandang di jalanan pada dasarnya sudah menerapkan physical distancing yang di anjurkan oleh pemerintah.
Bagaimana bisa dikatakan orang gila sudah menerapkan physical distancing sedangkan orang gila masih berkeliaran di jalanan yang mana pula tentu ini berbanding terbalik dengan seruan untuk tetap di rumah saja.
Perlu diketahui bahwa yang dimaksud bahwa orang gila telah menerapkan physical distancing disini adalah orang gila sebagian besar tidak mau berkontak langsung dengan orang lain bahkan orang gila cendrung tidak memperdulikan orang disekitarnya, hal inilah yang membuat orang gila menjadi sulit untuk terpapar Virus Corona.
Lalu apakah kita masyarakat harus mengikuti apa yang telah dilakukan oleh orang gila, tentu saja tidak demikian, akan tetapi kita dapat mengambil pemahaman bahwa kita selaku orang yang waras yang mana memiliki kemampuan berfikir yang lebih baik daripada orang gila dapat lebih baik lagi menyikapi Penyelenggaraan virus Corona ini, dengan cara tetap tinggal di rumah dan menjaga kebersihan juga kesehatan kita, dan untuk kita yang masih memiliki kepentingan diluar rumah agar lebih menerapkan physical distancing seperti yang telah di anjurkan pemerintah yang mana mengurangi kontak Fisik tanpa harus menghilangkan rasa sosial kita. (Pani Gunawan, Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin)