Tak Tepat Sasaran Dan Tumpang Tindih, Bansos Dari Pemprov Jambi di Kerinci Malah Bikin Gejolak

Minggu, 10 Mei 2020 - 21:31:55 WIB - Dibaca: 2146 kali

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi ()

JAMBIPRIMA.COM, KERINCI- Tidak melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, Penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak COVID- 19 dari Pemerintah Provinsi Jambi untuk warga Kabupaten Kerinci di nilai tidak tepat sasaran dan tumpang tindih dengan bantuan lainnya.

Tidak tepat sasaran dan tumpang tindihnya antara data penerima Bantuan Sosial dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dengan Bantuan sosial lainnya seperti PKH dan BLT menimbulkan gejolak ditengah masyarakat Desa.

Timbulnya gejolak di tengah masyarakat terkait data warga penerima Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemprov Jambi ini membuat sejumlah Kades di Kabupaten Kerinci bingung, salah satunya Kades Baru Semerah, Edi.

"Dalam Pendataan penerima bantuan dari Provinsi tersebut pihak Pemdes tidak dilibatkan. Kami Kepala desa tidak tahu siapa penerima bantuan dari Provinsi, kami baru tau data tersebut setelah nama sudah turun melalui pihak Kecamatan," ungkapnya.

Menurut Edi, timbulnya gejolak ditengah masyarakat, bukan hanya karena bansos tersebut tidak tepat sasaran, tapi juga karena tumpang tindih dengan bantuan lain.

" Banyak penerima bansos dari Pemprov sebelumnya sudah menerima bantuan PKH. Padahal arahan sebelumnya, penerima bantuan, PKH, BPNT, dan BLT maupun bantuan lainnya tidak boleh tumpang tindih," sebutnya.

Kata Kades lagi, awalnya, hasil rapat di Pemerintah daerah untuk penerima bantuan provinsi sebanyak 35 KK per Desa, dan dari kabupaten 62 KK per Desa, syaratnya bukan penerima BLT Desa, PKH, dan BPNT.

"Tapi kini sudah berubah lagi, ternyata nama penerima sudah ada dan jumlahnya tidak sama di setiap Desa. Bansos dari Pemprov tersebut jumlahnya 350 ribu dalam bentuk sembako dan 250 ribu dalam bentuk uang tunai," jelasnya.

Dirinya berharap Kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk segera mengevaluasi kembali data penerima bantuan tersebut. " Supaya jangan tumpang tindih dan tepat sasaran," pungkasnya. (Bud)





BERITA BERIKUTNYA