JAMBIPRIMA.COM - Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita pada saat ini, karena sebagai proyek untuk masa depan. Pendidikan juga tidak bisa terlepas dari perhatian keluarga, masyarakat dan lingkungan tempat tinggal. Apalagi, pada saat ini kalangan masyarakat sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dunia sekarang di landa coronavirus (COVID-19) yang mengakibatkan kematian bagi masyarakat. Data yang penulis dapat, pada tanggal 06 Mei 2020 Virus ini menular diseluruh dunia lebih kurang 3, 7 Juta orang terinfeksi, 1,2 juta sembuh dan 257,747 meninggal. Sedangkan untuk indonesia sendiri data yang terkonfirmasi pertanggal 29 Mei 2020 berjumlah 25, 216 orang, meninggal 1, 496 dan sembuh 6, 240 orang.
Di Provinsi Jambi berdasarkan berita tribunjambi.com jumlah kasus positif di Provinsi Jambi berjumlah 97 orang. Data dari gugus tugas Provinsi Jambi, saat ini jumlah pasien yang terinfeksi virus mengalami peningkatkan. Agar tidak terinfeksi coronavirus, maka kita sebagai masyarakat harus menaati arahan yang telah disampaikan oleh gugus tugas COVID-19 Provinsi Jambi untuk menjaga jarak, memakai masker dan sarung tangan, jangan berkerumunan, serta mencuci tangan.
Coronavirus berdampak pada dunia pendidikan saat ini, termasuk peserta didik yang ada di Provinsi Jambi. Peserta didik tidak bisa bersekolah seperti biasa untuk bertatap muka dan berkumpul bersama teman-teman. Peserta didik dikhawatirkan tidak memiliki imun yang normal untuk menangkal virus yang menyerang tubuhnya. Walaupun pendidikan disekolah tidak dilakukan seperti biasa, ilmu pendidikan tetap harus didapatkan. Pendidikan bisa juga dilakukan dengan teknologi online mengunakan gawai masing-masing.
Kegiatan ini sudah dilakukan oleh sekolah SMA Negeri 7 Sarolangun dua bulan terakhir, memakai sekema jadwal diatur oleh kepala sekolah melalui waka kurikulum. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar pada proses pebelajaran, adapun aplikasi yang guru dan peserta didik pakai yaitu zoom cloud, classroom dan melalui WA.
Peserta didik tidak dapat meningkat keaktifan dalam pebelajaran online (daring), karena tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dan perlunya peran orang tua agar peserta didik selalu bersemangat dalam menuntut ilmu pendidikan. Sebagus apapun aplikasi sekema belajar yang telah di buat oleh pemerintah, jika tidak orang tua yang mendukung proses pebelajaran daring maka tidak akan terlaksananya program pemerintah.
Baca Juga : PPK di Instruksikan Data Ulang Anggota PPS se- Sarolangun
Orang tua sangat penting dalam pendidikan terutama dalam merespon tantangan perekembangan zaman, dalam buku arifin al-ghozali, melatih anak-anak adalah sesuatu yang sangat penting karena sebagai amanah bagi orang tuanya. Orang tua juga harus mampu meberikan pendidikan sosial melalui tata krama sosial yang utama, yang bersumber dari aqidah yang abadi dan emosi peran orang tua sangat penting dalam pendidikan anak terutama saat coronavirus, peran orang tua bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui daring, orang tua harus memberikan perhatian yang penuh di antaranya:
Memberikan motivasi belajar kepada anak.
Motivasi dari orang tua sangat penting, orang tua harus berperan aktif di dalam pembelajaran online (daring), peserta didik tidak bisa belajar seperti biasanya karena banyak kendala terutama pada waktu. Jika, orang tua tidak peduli dengan peserta didik maka proses pembelajaran daring saat ini tidak akan berjalan dengan baik, dan akhirnya pembelajaran daring tidak bisa berjalan dengan optimal.
Selain peserta didik mengerjakan tugas dari guru bidang studi, orang tua dapat mengajar peserta didik dalam pekerjaan yang lain kepada anak. Orang tua mengatur waktu dengan anaknya dalam proses belajar di rumah, dengan hal tersebut anak bisa mengerti dengan tugas dan tanggung jawabnya. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan mencapai prestasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukan hasil yang baik, intensitas motivasi seorang peserta didik akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.
Menciptakan suasana nyaman dalam belajar saat masa coronavirus.
Orang tua harus mampu memberikan kenyamanan kepada peserta didik di rumah, sehingga peserta didik betah untuk mengikuti pembelajaran daring dari sekolah. Apabila peserta didik tidak memiliki kenyamana belajar dirumah, mereka akan mencari kenyamana di luar dengan penuh resiko tertular coronavirus (COVID-19), dengan memberikan kenyamana kepada peserta didik orang tua sudah membantu pemerintah di dalam memutuskan mata rantai penyebaran coronavirus (COVID-19)
Perhatian dan kasih sayang.
Dari sekian banyak orang tua hanya sedikit yang melibatkan diri dalam pendidikan anaknya. Orang tua yang sibuk sehingga aktivitas yang di lakukan anak di rumah tidak pernah dipantau dan tidak pernah ditanyakan kepada peserta didik apa kendala dalam pembelajaran daring. Orang tua sebagai madrasah tidak berjalan, bahkan peserta didik tidak ada tempat untuk menceritakan keluh kesah waktu belajar. Pada saat ini posisi orang tua diperlukan untuk memberikan perhatian yang penuh, sehingga tidak ada ruang pemisah antara peserta didik dengan orang terdekatnya di rumah. Sebelum adanya coronavirus (COVID-19) peserta didik menghabiskan waktu di sekolah, apalagi orang tua yang sibuk berkerja pergi pagi pulang sore. Orang tua bisa melihat perkembangan pembelajaran dan menanyakan tentang pembelajaran yang diberikan oleh guru bidang studi.
Menanamkan budi pekerti.
Orang tua harus mampu menanamkan akhlak budi pekerti yang baik kepada peserta didik, pertama-tama budi pekerti ditanamkan oleh orang tua dan keluarga di rumah secara langsung maupun tidak langsung. Pada masa COVID-19, peran orang tua sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik juga menanamkan budi pekerti yang baik, jika hal tersebut telah terlaksana berarti orang tua sudah mengimplementasikan Undang-undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 5.
Penerapan budi pekerti kepada peserta didik dirumah saat corona virus (COVID-19) seperti penjelasan berikut:
Pertama, keteladan dalam kegiatan sehari-hari oleh orang tua dan lingkungan harus dapat menjadi teladan atau model bagi peserta didik. Orang tua ingin mengajar kesabaran kepada peserta didik, terutama dalam belajar daring di rumah.
Kedua teguran, orang tua perlu menegur peserta didik yang belajar daring dari rumah apa bila peserta didik menyalah gunakan media yang telah di berikan oleh orang tua.
Ketiga pengkondisian lingkungan, suasana lingkungan keluarga kondisikan sedemikian rupa melalu penyediaan sarana fisik HP, paket internet, buku dan selalu berkomunikasi dengan pihak sekolah, ini dapat menunjang ketercapaian pendidikan budi pekerti. Orang tua sebagai contoh dan teladan, apa lagi untuk mengatasi kebebasan peserta didik saat coronavirus. Orang tua tidak cukup hanya mengajar teori seperti guru disekolah tetapi, juga dibutuhkan pendekatan modeling (teladan). Artinya orang tua ingin anaknya baik maka berilah contoh yang baik pula. Peserta didik akan mengagumi, menghormati bahkan tanpa sadar peserta didik akan meniru kebiasaan baik orang tua di rumah. (*)
Biodata Penulis
Nama : Zainun, S. Sos., M. Si
Pekerjaan : Guru SMA Negeri 7 Sarolangun