Oleh: Ardian Faisal

*Pilihan Cerdas dan Pemilih Cerdas*

Minggu, 18 Oktober 2020 - 13:10:33 WIB - Dibaca: 133 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Pemilihankepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 akan diikuti 270 daerah di Indonesia. Salah satu daerah peserta Pilkada tahun ini adalah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Ada tiga pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Batang Hari. 

Paslon pertama adalah Yunninta Asmara dan Muhammad Mahdan. Empat partai politik mengusung paslon ini diantaranya Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Perindo.

Paslon kedua adalah Muhammad Firdaus dan Camelia Puji Astuti. Paslon ini diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasangan ketiga adalah Muhammad Fadhil Arief dan Bakhtiar. Duo mantan Sekretaris daerah ini diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Masing-masing paslon memiliki riwayat perjalanan karir berbeda. Mulai dari politisi, birokrasi dan dokter. Kini, ketiga Paslon terus melakukan sosialisasi. Rumah-rumah penduduk desa, kelurahan di delapan kecamatan terus disinggahi.

Masyarakat setiap hari terus menerus menerima asupan visi-misi ketiga paslon ini. Penulis meyakini semua paslon memiliki visi-misi terbaik bagi kesejahteraan masyarakat kabupaten tertua di Provinsi Jambi.

Setiap masyarakat yang mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Batang Hari, tentu telah mempunyai pilihan. Namun perlu menjadi catatan adalah, pilihan cerdas harus berujung menjadi pemilih cerdas Pilkada.

Mengapa demikian? pilihan seorang pemilih bisa berubah karena pengaruh orang lain. Bisa juga karena uang "serangan fajar" sehari jelang pencoblosan. Fenomena ini selalu terjadi setiap Pilkada. 

Pemilih cerdas akan melahirkan pemimpin berkualitas. Pemilih cerdas pasti menggunakan hak pilih sesuai hati nurani tanpa intervensi. Pemilih cerdas pasti ingin daerahnya lebih jaya dari daerah tetangga.

Perbedaan pilihan harus menjadi bagian pesta demokrasi. Kubur kebencian, iri, dengki dan stop menabur informasi hoaks melalui sosial media. Jangan sampai "perebutan kursi raja" mengorbankan jiwa raga. 

Ingat! Indonesia telah merdeka sejak 17 Agustus 1945.

 

*Penulis adalah Jurnalis di Batang Hari*





BERITA BERIKUTNYA
loading...