UMKM Pabrik Tahu Tempe Keluhkan Harga Kedelai Tinggi, Sedangkan Permintaan Menurun

Minggu, 01 November 2020 - 19:34:34 WIB - Dibaca: 1738 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI - Pandemi Covid-19 menghambat pertumbuhan di segala sektor, salah satunya sektor UMKM pabrik pembuatan tahu tempe, omset yang didapatkan menurun drastis, hingga 50 persen.

Pabrik tahu tempe milik Hj. durianah, di Jalan Fatahillah, RT 22 Rajawali, Jambi Timur, belakangan ini terlihat sepi. Selama pandemi, omset selalu menurun bahkan sampai 50 persen.

"Biasanya, usaha makanan rumahan, kebutuhan pasar atau rumah sakit dan lain-lain, sehari memesan dalam jumlah yang banyak. Namun akhir-akhir ini, memesan setengah dari biasanya," ungkap Hj. Dur.

Lesunya aktivitas pabrik tahu tempe miliknya saat ini, tidak membuat Hj. Dur mem-PHK kan karyawannya. Malahan upah yang diterima tetap normal, lantaran karyawan juga harus memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Ia tidak ingin melihat karyawannya menganggur.

Padahal, harga kacang kedelai akhir-akhir ini mengalami kenaikan. Sementara permintaan tahu tempe mulai berkurang, harga tahu tempe yang di olah pun tidak ada kenaikan harga. Namun Hj. Dur tetap optimis terus mengembangkan pabriknya.

Hj. Dur berharap, pemerintah menurunkan harga kedelai. Permintaan ini bukan hanya mementingkan bahan baku milik pabriknya. Namun juga masyarakat yang membutuhkan tahu tempe bisa terpenuhi, dengan harga yang terjangkau. Kerena tahu tempe merupakan makanan murah yang sangat diminati. (Aj)

 





BERITA BERIKUTNYA