Habiskan Dana Milyaran, Proyek Ini Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Kamis, 12 November 2020 - 14:14:09 WIB - Dibaca: 2005 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Proyek Pembangunan Ruas Jalan Sungai Aur Kuamang Kuning yang di kerjakan oleh CV. Putra Merangin Abadi di sinyalir dikerjakan asal jadi.

Pantauan media ini di lapangan pada papan mark tertulis:

Kegitan : pembangunan Jalan Kabupaten Merangin

Pekerjaan : Pembangunan Ruas Jalan Sungai Aur Kuamang Kuning

Nilai Kontrak : Rp.1.991.692.000

No Kontrak : 09/KONT/PJK/BM/DPUPR/2020

Sumber Dana : APBD Kabupaten Merangin 

Konsultan : CV. GRAF V TECH KONSULTAN

Pelaksana : CV Putra Merangin Abadi.

Salah seorang warga yang enggan namanya di tulis mengatakan, hasil pekerjaan tersebut jauh dari kata maksimal dan tidak sesuai dengan harapan warga.

" Coba kamu pantau langsung kelapangan, banyak jalan yang berlobang, tidak ada penimbunan material, dan jika pun ada penimbunan kami duga tidak digiling dengan alat berat, dikarenakan batu-batu yang berserakan di jalan banyak mengakibatkan warga terjatuh," keluhnya.

Senada, Agusti Randa yang tergabung di LSM GPMM yang sempat turun kelokasi juga mengatakan hal yang sama.

" Memang betul apa yang di sampaikan oleh warga setempat, apa yang dijelaskan melalui ponsel, memang itulah yang kami temukan di lapangan, seperti banyaknya jalan yang berlobang, dan masih banyak titik jalan sepertinya tidak diberi material, dan bahkan adapun material yang di tebar di sepanjang jalan kami duga tidak digiling, karena batu yang ada banyak menumpuk dan menyusahkan penguna jalan,  bahkan banyak penguna jalan yang beroda dua terjatuh," terang Randa.

Terpisah kepala Dinas PUPR Kabupaten Merangin, Aspan ST yang dijumpai oleh media ini, Kamis (12/11/20), menjelaskan bahwa pekerjaan proyek pada tahun 2020 ini memang banyak yang bermasalah dan itu dikarenakan pandemi Covid-19 yang sedang melanda, walau pun demikian pihak Dinas PUPR Kabupaten Merangin akan bertindak tegas jika pihak rekanan tidak menyelesaikan pekerjaan sampai waktu yang telah ditentukan.

" Sekarang memang kita lagi terkendala pandemi Covid-19, dan para rekanan cuma baru mencairkan 30 persen untuk awal pekerjaan, namun walaupun demikian waktu pelaksanaan sudah di perpanjang sampai bulan April 2021, jika bulan April belum juga menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya maka kami tidak akan mencairkan dana pekerjaannya," terang Aspan. (Key)

 





BERITA BERIKUTNYA