JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Pengerjaan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), dari Kementrian PUPR di Desa Serasah, Kecamatan Pemayung disinyalir amburadul. Bagaimana tidak, pengerjaan jalan tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan anggaran biaya.
Pantauan di lapangan, terlihat jalan tersebut ditumpuki bebatuan besar, sehingga kendaraan roda dua sulit untuk melalui jalan tersebut. Bahkan material tidak sesuai dengan RAB.
Tidak itu saja, yang menjadi persoalan untuk pembangunan jalan tersebut tidak sesuai dengan titik awal yang dibangun, sehingga menyebabkan penyelewangan dana tersebut mengemuka.
Jalan sepanjang 894 meter tersebut menghabiskan anggaran sebanyak Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah).
Berdasarkan data yang diperoleh, untuk penujuk jalan pembangunan jalan tersebut dilaksakan oleh Mulyadi, sebagai Kepala Dusun ll, Desa Serasah Kecamatan Pemayung.
Untuk pemegang rencana anggaran biaya atau RAB, dipegang oleh Darmawi, pegawai Kantor Camat Pemayung.
Sementara itu, untuk penanggung jawab dari kegiatan pembangunan pengerjaan infrastruktur sosial ekonomi wilayah, yakni Mubarok, selaku ketua BKAD Kecamatan Pemayung.
Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI), saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pengerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan.
"Jalan itu tidak sesuai dengan perencanaan, bahkan batu yang ditumpuk tersebut sangat besar, sehingga jalan sulit dilalui oleh kendaraan roda dua." Kata Indra
Di katakan Indra, atas pengerjaan jalan yang tidak sesuai dengan perencanaan, dan menghabisikan anggaran ratusan juta rupiah, serta ada dugaan tindak korupsi, maka AWI, akan melaporkan hal tersebut ke Kejaksaan Tinggi Jambi.
"Kita akan buat laporan ke Kejati Jambi,dan akan menembuskan ke KPK RI agar membongkar korupsi yang ada di Batanghari." Tegas Indra.
Indra menyebutkan, dalam waktu dekat dirinya akan membuat laporan, agar membongkar semua kasus yang ada di Kecamatan Pemayung.
"Ini sebagai sampel saja, bukti sudah saya pegang semuanya, dan segera membuat laporan, bahkan kami sudah mengetahui bahwa ada tim dari pusat yang sudah turun untuk mengecek kondisi jalan tersebut, alhasil jalan itu amburadul." Tegas Indra.
Di tempat terpisah, Mubarok selaku ketua Badan Kerja Sama Desa (BKAD) Kecamatan Pemayung saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak memberi keterangan tarkait persoalan PISEW di kecamatan pemayung. (Indra)