Diharapkan Para Da'i Membantu Menyosialisasikan Penerapan Prokes Pada Masyarakat

Memperkuat Hubungan Silahturrahmi, Bupati Batanghari Undang Para Da'i Se-Kabupaten Batanghari

Kamis, 10 Juni 2021 - 07:24:20 WIB - Dibaca: 1473 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Batanghari,  Muhammad Fadhil Arief SE,  undang para pengawas  dan da’i  Desa/Kelurahan se-Kabupaten Batanghari,  dalam ajang memperkuat hubungan silahturrahmi  antara para pengawas dan Dai bersama Pemerintah Kabupaten Batanghari, Rabu,  (9/06 2021).

Pada pelaksanaan acara silahturrahmi tersebut , menurut pantauan media, tak hanya dihadiri oleh Bupati dan Para Da’i se-kabupaten saja,  namun juga turut hadir yaitu Sekretaris Daerah (Sekda)  H. Mhd. Azan SH, Kepala Dinas Kesehatan (Kedinkes)  Dr. Elfi yennie MARS,  Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batanghari,  Drs,  Al Jupri dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batanghari, Kyai H. Zaharudin, kemudian acara tersebut dilksanakan sejak Pukul 10.00 WIB.

Disaat menyampaikan kata sambutannya,  Mhd. Fadhil Arief meminta kepada semua para Pengawas maupun Da’i agar kiranya bisa menyampai kepada masyarakat di masing-masing Desa/kelurahannya, untuk bisa memahami keadaan di masa pandemi saat ini, sebelum masuk ke penyampaian inti pada saat tausiah, supaya warga bisa saling memahami keadaan saat ini.

“Kepada semua Da’i maupun pengawas Da’i, saya minta selain daripada melaksanakan dakwa kepada warga disekitarnya, kiranya juga bisa menyampaikan tiga hal yang harus sama-sama kita pahami di masa wabah corona saat ini,  dimana hal pertama tersebut para Dai bisa menjelaskan pentingnya menjalani Protokol kesehatan,  kemudian bisa memahami kondisi saat ingin melaksanakan hajatan,  hingga yang terakhir para Dai dan Pengawas bisa menjelaskan tujuan dari pelaksanaan Vaksinasi kepada warga,” pintanya.

Kemudian dirinya juga menegaskan bahwa,  pemerintah Kabupaten baik Bupati,  wakil Bupati ataupun penjabat lainnya tidak pernah bermaksud untuk menghalangkan atau melarang masyarakat mengadakan hajatan, tetapi kami hanya bermaksud untuk mengendalikan hajatan tersebut agar tidak ada hal buruk terjadi saat mengadakan acara hajatan di masa pandemi ini.

” Untuk pelaksanaan Hajatan seperti pernikahan, bukannya kami bermaksud untuk melarang, tapi maksud kami, apabila ada warga yang ingin mengadakan hajatan agar kiranya bisa membaca kondisi pada desanya masing-masing, disaat penyebaran corona masuk kategori zona apa dan pastinya warga yang akan melakukan hajatan harus mematuhi Prokes agar bisa memutuskan rantai penyebaran Virus Corona, ” Ujar Fadhil.

“Begitu juga dengan warga yang akan melaksanaan ibadahpun juga harus melaksanakan dengan mematuhi Prokes, karena ibadah yang dilaksanakan di surau atau masjid , tidak pernah kami bermaksud menghalangi, namun pelaksanaannya tetap harus dengan benar, sesuai prokes, dan kalau bisa warga yang shalat berjama’ah di masjid bisa membawa sadjadahnya dari rumah masing-masing, ” Sambungnya.

Masih kata fadhil, saat menyampaikan sambutannya,  dirinya berharap agar para Pengawas dan Da’i juga bisa menjelaskan apa itu vaksin dan manfaatnya.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat juga masalah kegunaan suntik Vaksin,  karena masih ada sebagian masyarakat kita yang masih menolak untuk di vaksin dengan berbagai alasan, termasuk pegawaipun masih ada juga yang begitu dan ada juga yang katanya takut dengan suntikan,” tegasnya,

“Mumpung gratis Vaksin ini maka ikutilah pelaksanaan Vaksin gratis yang diadakan oleh pemkab,  karena kalau Vaksin sudah bertarief, biayah satu kali Vaksin Rp. 500 ribu sekali vaksin, sedangkan vaksin itu dilakukan sebanyak dua kali, berarti jumlah yang di keluarga Rp. 1 juta jika Vaksin gratis sudah tidak diadakan lagi, jadi mari kita sama-sama mamfaatkan Vaksinasi gratis ini” ajak Fadhil kembali.

Dengan diadakannya kegiatan Silahturahmi Bupati dengan para pengawas dan Da’i Se-kabupaten,  dirinya menghimbaukan agar kiranya para Da’i bisa membantu pemkab untuk mengajak masyarakat sukseskan Vaksinasi Sinovac.

“Jadi saya harap para Da’i,  sampaikan kepada masyarakat,  bahwa salah satu penangkal Covid itu adalah dengan melakukan Vaksin, walaupun Vaksin itu sendiri tidak efektif  100 persen,” himbaunya.(Indra)





BERITA BERIKUTNYA