Mengheningkan Cipta Matinya Intelektual MAM Unja

Selasa, 16 November 2021 - 22:54:24 WIB - Dibaca: 2113 kali

Ilustrasi
Ilustrasi ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI -  pergolakan politik kampus memang hal yang menarik untuk diperhatikan dan dipahami. Pemahaman terkait miniatur negara memang harus di pahami oleh organ organisasi internal kampus. 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan organ eksekutif yang secara kepengurusan seharusnya berjangka waktu 1 tahun, beranjak dari hal itu untuk menjalankan fungsi legislatif yang terdapat pada Majelis Aspirasi Mahasiswa (MAM) . 

Praktek manajemen organisasi tercermin buruk di ruang lingkup MAM Universitas Jambi, hal itu karena gagalnya MAM dalam menjalankan mekanisme Pemilihan Suara Mahasiswa (PEMIRA). Hal ini ditunjukkan dengan pengesahan Undang Undang Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Jambi yang sepihak dan muatan substansi yang mencerminkan tidak layaknya MAM KBM UNJA untuk merancang UU KBM. 

Ditambah lagi dengan pembentukan KPU dan Bawaslu KBM UNJA yang tidak melibatkan unsur Keluarga Besar May Universitas Jambi. Padahal status jabatan eksekutif sudah habis, seharusnya Plt. Jabatan eksekutif baru dibuat lembaga penyelenggara PEMIRA.

Ketika KBM menyampaikan Demokrasi UNJA sedang tidak baik-baik saja tidak direspon, tetapi ketika saat ini kepentingan kekuasaan golongan sedang terganggu, baru sadar dan teriak Demokrasi UNJA sedang tidak baik-baik saja. 

Surat cinta kepada MAM dan BEM, itu wadah bukan milik satu golongan saja tetapi itu milik Keluarga Besar Mahasiswa yang hendaknya dan harus dijalankan sesuai konsep miniatur negara selayaknya kaum intelektual. Dicerminkan dong intelektualitasnya! 

Penulis: NL (Mahasiswa Fakultas Hukum UNJA)





BERITA BERIKUTNYA