JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI- Terhitung sejak tahun 2020 hingga 2021, tercatat ada sebanyak 47 ribu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Jambi yang diusulkan ke pusat untuk menerima bantuan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).
"Laporan ke kami lima bulan lalu dari jumlah itu yang di terima dan sudah terima bantuan ada sebanyak 20 ribuan. Tapi itu terus berproses, sampai hari ini belum ada laporan lagi ke kita, berapa yang telah di terima," kata Kadis Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM, Kota Jambi, Komari.
Kata Komari, hingga saat ini jumlah UMKM di Kota Jambi mencapai 60 ribu. "Data itu kami terima karena adanya usulan bantuan BPUM ini. Belum kami lakukan validasi ke lapangan, apa ada data yang sama (double,red) atau tidak," jelasnya.
BPUM merupakan bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Penerima pada tahun lalu juga bisa mendapatkan kembali bantuan ini. Dan bagi pelaku UMKM yang di tahun sebelumnya belum mendapatkan BPUM juga bisa mandaftarkan diri untuk bisa mendapatkannya.
Bantuan sosial ini akan diberikan kepada sekitar 12,8 juta pelaku usaha dengan nominal Rp 1,2 juta per usaha. Harapannya, bantuan ini dapat digunakan untuk menjalankan usaha, baik menambah modal atau untuk keperluan promosi dan pemasaran produk UMKM.
"Kalau tahun 2020 itu nilainya sampai Rp2,4 juta," katanya.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan pendataan dilapangan. Sebab, pemerintah provinsi Jambi juga meminta data UMKM millenial di Kota Jambi. "Kami diminta untuk mendata itu, karena Pemprov bakal memberikan bantuan, dikhususkan bagi millenial atau yang baru merintis usaha. Bagi yang ingin mendapatkan bantuan itu bisa mengajukan proposal ke Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM," katanya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mendorong agar para pelaku UMKM di Kota Jambi memanfaatkan transaksi melalui pemanfaatan teknologi pembayaran QR Code Indonesia Standard (QRIS).
"Sehingga mereka yang ingin membeli atau bertransaksi cukup memindai kode QR yang menempel pada kemasannya," kata Maulana usai mengikuti launching QRIS bagi pelaku usaha di Jl Soemantri Brojonegoro, Senin (29/11).
Dia mengatakan dengan cara elektronik atau digital, pelaku UMKM memiliki inti dasar cash management. Sehingga pengusaha tidak perlu lagi repot ke bank untuk mengurus dana yang masuk.
"Mencetak buku rekening, bisa langsung online dan mengetahui uangnya disana. Bisa langsung dicairkan juga, ini juga transparan," jelasnya.
Kata Maulana, targetnya 60 ribu UMKM yang terdata di Kota Jambi itu bisa memiliki layanan QRIS. "Saya yakin kalau terus disosialisasikan ini akan sangat baik, dan mampu mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Jambi," katanya.
Selanjutnya, pemerintah kota Jambi berkomitmen akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap para pelaku UMKM di kota Jambi. Hal itu dilakukan supaya UMKM di kota Jambi mampu bertransformasi ke dunia digitalisasi, baik dari segi pemasaran maupun pelayanan. (Cr01)