Dewan Pinta Pemkot Serius Petakan Pangkalan

Pemkot Tambah 6.511 Kartu Pelanggan Elpiji

Rabu, 08 Desember 2021 - 09:53:29 WIB - Dibaca: 1666 kali

Foto: net
Foto: net ()

JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Jambi meminta pemerintah kota Jambi serius dalam melakukan pemetaan distribusi pangkalan gas elpiji 3 kilogram. Hal itu karena di lapangan masih ditemui kelangkaan, yang menyebabkan masyarakat kesulitan. Bahkan kerap terjadi lonjakan harga.

Anggota Komisi II DPRD kota Jambi, Sutiono mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat terkait hal tersebut. Pihaknya sudah memanggil pihak Pertamina, Hiswana Migas, Disperindag, Pertagas dan stakeholder terkait.

"Kami minta kuota gas elpiji untuk kota Jambi Tahun 2022 tidak dikurangi," katanya.

Kata Sutiono, peredaran gas elpiji 3 Kilogram belum merata.

"Kami minta kepada Pertamina sebagai operator, agen atau pangkalan yang tidak sungguh-sungguh dan mentaati aturan harus ditindak dengan tegas. Kalau pemerintah kota Jambi karena sifatnya hanya mengatur dan monitoring. Gas elpiji ini peruntukannya harus jelas, pemanfaatannya juga harus jela," katanya.

Dia berharap Pertamina tidak mengurangi pasokan gas elpiji 3 Kg di kota Jambi.

"Mau penyalurannya menggunakan kartu pelanggan itu silakan, yang penting kuotanya tidak dikurangi," katanya.

Disamping itu, dirinya meminta kepada pemerintah kota Jambi untuk melakukan pemetaan pangkalan gas elpiji secara serius. Contohnya, masyarakat yang sudah menggunakan City Gas itu perlu didata.

"Pangkalan-pangkalan yang berada pada zona City Gas ini, harus dievaluasi dan digeser. Karena menurut informasi City Gas yang sudah terpasang di kota Jambi ini sekitar 9.000 lebih. Inilah yang harus kita petakan, mana yang sudah mengalir dan mana yang belum. Evaluasi pangkalan itu sangat perlu, agar tidak terjadi penumpukan pangkalan di suatu wilayah. Evaluasi itu siapa yang melakukan itu adalah ranahnya Pertamina," katanya.

Sementara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, saat ini tengah memutakhirkan pendataan penerima kartu pelanggan gas. Pasalnya, memang masih ada sejumlah penerima yang dinilai kurang layak.

Kadis Perindag Kota Jambi, Yon Heri mengatakan, saat ini data terbaru yang masuk ada sebanyak 6.511 pelanggan, di samping data pelanggan yang lama sebanyak 72 ribu lebih.

Memang kata dia, ada margin error terkait pelanggan yang tidak tepat sasaran. Namun itu tidak lebih dari 1 persen.

“Faktornya banyak. Seperti di antaranya mereka sudah dianggap mampu dengan tidak menerima bantuan-bantuan lain, ini yang masih kita data lagi,” kata dia.

Pendataan ini juga melibatkan pihak kelurahan. Sebab, pihak kelurahan lah yang lebih mengetahui kondisi warga di masing-masing kelurahan. “Apalagi ini sudah jadi role model, jangan sampai tidak bermanfaat. Kenyataannya memang, seiring dinamika kartu pelanggan sedikit tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan. Inilah yang kita verifikasi lagi,” jelasnya.

Pihaknya pun, sejak beberapa hari lalu juga melakuka Forum Grup Discussion (FGD), bersama pihak pertamina, Kejaksaan dan lainnya. Adapun yang dibahas yakni, terkait pemanfaatan kartu pelanggan ini sendiri.

“Kita data lagi, panggil lurah, pangkalan serta agen gas. Jangan sampai pendataan ini tidak sesuai,” kata dia.

Lanjutnya, penambahan jumlah kartu pelanggan gas ini juga dipengaruhi dengan perkembangan dan kondisi perekonomian masyarakat Kota Jambi. Juga kata dia, memang ada yang dapat tabung gas 3 Kg tapi tidak punya kartu, melihat kondisi ekonominya yang tergolong tidak mampu, maka pihaknya melegalkan dan memberikan kartu pelanggan.

“Hal itu ada kita temukan. Ya inilah perlu dilakukan FGD dan verifikasi kembali penerima kartu pelanggan gas ini,” jelasnya. 

Sementara, dalam tiap bulannya lanjut Yon Heri, peredaran tabung gas mencapai angka 417.000 tabung. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA