JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI- Menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2022, Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar kegiatan lomba pacu perahu dan lomba ketek hias, di Danau Sipin, Minggu (26/12). Kegiatan lomba tersebut dibuka langsung oleh Wakil Walikota Jambi, Maulana dan ditutup oleh Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.
Lomba pacu perahu dan keteknya merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. Namun pada 2020 lalu memang tidak dilaksanakan karena wabah pandemi covid-19 yang masih merebak.
"Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memotivasi olahraga dayung dan juga mempromosikan wisata Danau Sipin," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti.
Dia mengatakan, ada dua perlombaaan yakni lomba dayung dan lomba ketek hias antar kecamatan. Kategori yang diperlombakan, yakni pacu perahu tipe A dengan 15 pendayung dan pacu perahu tipe B dengan 10 pendayung.
"Hadiahnya ada uang. Untuk lomba perahu tipe A juara 1 nya Rp 20 juta, lomba perahu tipe B juara 1 nya Rp 15 juta," katanya.
Mariani mengatakan, even ini rutin digelar setiap tahun di Kota Jambi. Seyogyanya kegiatan itu dilaksanakan pada HUT Pemerintah Kota Jambi. Tapi tertunda, karena kondisi pandemi, sehingga baru dilaksankan akhir tahun ini.
Menurutnya, Kota Jambi sudah memiliki icon wisata unggulan yakni Danau Sipin. Potensi Danau yang berada di Ibukota Provinsi Jambi tersebut terus dikembangkan dan dipromosikan.
"Kita ingin menjadikan Danau Sipin sebagai icon wisata unggulan, bisa dikenal di tingkat nasional bahkan internasional," jelasnya.
Selain itu, dengan kondisi Danau Sipin yang ada saat ini, masyarakat sekitar juga diharapkan berperan, terutama dalam menjaga kelestarian danau.
"Tetap menjaga kebersihan, jangan membuang sampah di danau. Kita promosikan pengembangan wisata ramah lingkungan. Juga kita mndidik masyarakat lebih ramah wisata," katanya.
Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, pada 2021 ini memang kegiatan tersebut dilaksankan akhir tahun karena pada pertengah 2021 lalu kasus Covid-19 masih tinggi.
“Kegiatan ini kita laksanakan di akhir tahun dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Fasha, usai menyerahkan hadiah pada pemenang lomba perahu.
Fasha menyebutkan, akhir tahun ini juga bertepatan dengan libur sekolah, sehingga anak-anak mendapat hiburan di Kota Jambi dan tidak pergi berliburan keluar kota. “Yang libur sekolah mendapat hiburan, sehingga tidak dibawa berlibur diluar kota,” sebut Fasha.
Selain itu, ajang tersebut juga merupakan wadah menyiapkan sarana anak muda yang menggeluti olahraga dayung.
“Kami ucapkan selamat pada pemenang, yang belum berhasil menang terus berlatih. Tahun 2022 jika tidak ada pandemi akan ada banyak event yang akan kita laksanakan Danau Sipin. Danau Sipin sudah kita tata dengan baik. Jagalah Danau Sipin ini, masyarakatlah yang mengupayakan untuk Danau Sipin jadi objek wisata unggulan. Jaga kebersihannya,” sebutnya.
Sementara itu, pantauan dilapangan, Kostum dari berbagai daerah tampak dikenakan Kecamatan Danau Sipin. Ada yang mengenakan pakaian Jambi, Sumatera Barat, bahkan pakaian khas Jepang hingga Cina.
Kostum tersebut digunakan dalam rangka menyemarakkan perlombaan ketek hias yang digelar di danau tengah kota tersebut.
Camat Danau Sipin, Rizalul Fikri mengatakan, pihaknya sengaja mengenakan berbagai pakaian adat guna mencerminkan keadaan warganya yang beragam.
Menurutnya, warga Danau Sipin tak hanya dari Kota Jambi saja. Namun juga banyak warga yang berasal dari daerah lain. Bahkan tak hanya dari Indonesia. Ada yang etnis Tionghoa dan sebagainya.
“Ini kita lakukan untuk menjaga keberagaman itu. Jadi, empat lurah kita mengenakan pakaian yang berbeda,” katanya, dengan tampilan layaknya salah satu kartun Jepang.
Rizalul mengatakan, tema tahun ini sudah ditentukan oleh panitia. Namun memang, konsep setiap kecamatan disesuaikan dengan ide masing-masing tim. Dengan kegiatan ini pula, menurutnya tak hanya dalam menyemarakkan HUT Kota Jambi, namun juga berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Dengan kegiatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot, setidaknya ini jadi pemasukan tambahan bagi rekan pengusaha ketek hias. Semoga kegiatan ini lebih intens dan sering dilaksanakan sehingga bisa berimbas ke masyarakat,” harapnya.
Antusias penonton juga tampak tak hanya di Wilayah rest area saja, tapi juga di Kawasan Legok Danau Sipin.
Paramitha, pengunjung dari Berembang mengaku sengaja mengunjungi kawasan wisata Danau Sipin untuk berwisata. Dia mengaku datang karena ingin melihat salah satu temannya bertanding.
"Kebetulan ada teman saya ikut lomba juga, jadi saya tertarik melihatnya," ujarnya.
Sementara Paini, pengunjung dari Sengeti mengatakan bahwa mengetahui informasi lomba dari media massa dan media sosial.
Menurutnya, meski masih dalam suasana pandemi, dia tidak takut untuk melihat langsung. Sebab pihaknya sudah melakukan vaksin menggunakan masker.
"Saya sudah divaksin dosis satu dan dua," pungkasnya. (CR01)