Petani di Kota Jambi Gagal Panen, Pemkot Beri Bantuan Pangan

Selasa, 28 Desember 2021 - 09:06:36 WIB - Dibaca: 1680 kali

Foto: istimewa
Foto: istimewa ()

JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI- Bulan Oktober lalu di Kota Jambi terjadi curah hujan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan terendamnya lahan pertanian masyarakat dan berakibat terjadinya gagal panen (puso) pada tanaman yang diusahakan para petani. 

"Dari hasil pendataan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan dan Pengamat Pengganggu Organisme Tanaman, dapat kami laporkan bahwa luas tanam yang

mengalami puso berjumlah 92,5 ha untuk tanaman padi. Untuk tanaman sayur-sayuran 13,18 ha," kata Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Meiza, Senin (27/12).

Kata dia,  ada ada sebanyak 294 Kepala Keluarga (KK) atau 1.099 Jiwa yang terdampak.

Meiza menambahkan, dengan adanya Puso tersebut dikhawatirkan akan terjadi kerawanan pangan bagi petani yang mengalami puso tersebut, dan oleh karena itu Pemerintah Kota Jambi akan menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, karena Pemerintah Kota Jambi mempunyai Cadangan Pangan Pemerintah Daerah sebesar 54,943 ton, yang tersimpan di gudang Bulog Divre Jambi yang berdasarkan Peraturan Walikota dapat disalurkan apabila petani terkena bencana alam.

Berdasarkan hasil perhitungan dari data petani yang terkena banjir dan tanaman mengalami puso yang telah diverifikasi, diperoleh total Cadangan Pangan Pemerintah Daerah yang akan disalurkan sebesar 14,583 ton, yang dihitung berdasarkan kebutuhan pangan per jiwa.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan gagal panen atau puso tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah akibat banjir dan gangguan hama/penyakit. 

"Sudah kami data ada 294 KK. Sesuai aturan itu kami berikan 300 gram beras per hari selama 60 hari untuk petani padi, dan tujuh hari untuk petani sayur. Karena masa panen petani sayur lebih pendek ketimbang petani padi," kata Maulana. 

Di menambahkan, meskipun terjadi gagal panen, namun para petani tidak berputus asa, dan tetap menjalankan profesinya sebagai petani. Sebab peluang usaha di bidang pertanian cukup terbuka lebar, karena saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa bekerja di sektor pertanian ini tidak menjanjian.

"Padahal salah. Sebab komoditas yang ada di kota Jambi saat ini banyak didatangkan dari luar," katanya.

Sementara itu, salah seorang petani di RT 25 kelurahan Lingkar Selatan, Mulyono mengatakan, jika sebagian tanaman sayurnya rusak akibat banjir. "Saya tanam sayuran seperti kangkung, bayam. Sekitar setengah hektare," katanya.

Kata dia, biasanya jika tidak ada gangguan, dalam 1 bulan bisa beromset sekitar Rp2 sampai Rp3 juta. "Tapi kalau sekarang ini sulit," katanya. (CR01)





BERITA BERIKUTNYA