JAMBIPRIMA.COM, PALEMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel agar melakukan inovasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Hal ini diungkapkan, Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati ketika diwawancarai, pada Kamis (27/01).
Menurut Anita, hal tersebut seiring dengan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan Pemerintah pada tahun 2023 berkisar 2,71% hingga 2,97% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Seiring dengan itu, defisit APBN akan mencapai lebih dari Rp 500 triliun dan mempengaruhi dana transfer ke daerah yang selama ini menjadi tumpuan Pemerintah Daerah dalam menyusun APBD.
“Hilangnya dana transfer ke daerah merupakan kemungkinan terburuk yang harus dihadapi. Maka dari itu, Sumatera Selatan didorong harus menyikapi situasi keuangan di tahun 2023 dengan melakukan inovasi untuk mendongkrak PAD,” ujarnya.
Saat ini, APBD Sumsel masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer.
Menurut Anita, jumlah dana transfer yang akan diterima daerah belum sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan berpotensi defisit.
“Bila keuangan negara defisit dan dana transfer tidak dikucurkan, maka APBD secara otomatis akan dikoreksi,” tutupnya. (**/Tri Ikhsan)
Pelayanan Publik di Kabupaten Tebo Harus Berbenah, Kepuasan Masyarakat Jangan Sekadar Angka
HUT Tebo ke-27, Bupati Tebo Serahkan Santunan BPJS untuk Alm Pemred Jambiprima.com!
Listrik Lemah hingga Tiang Belum Berarus, Cek Endra Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Tebo ke Pusat!
Potensi Besar, Fasilitas Terbatas! Warga Titip Harapan Pengembangan Wisata Aek Hangat ke Cek Endra
Polemik Pipa Migas Montd’Or Makin Panas! Dugaan Penyerobotan Lahan Berujung Ancaman Pidana
Kebun Sawit Diduga Dirusak, PT Montd’Or dan PT Olindo Disomasi!