JAMBIPRIMA.COM, KOTA JAMBI- Wali Kota Jambi Syarif Fasha bakal melakukan pergantian (rotasi) jabatan kepala sekolah, baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jadwalnya sudah di tentukan sebelum lebaran tahun ini.
"Sebelum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mungkin bulan ini nanti," kata Fasha.
Kata Fasha, ditingkat SMP nanti akan ada yang promosi, rotasi dan ada yang pensiun.
"Untuk yang ditingkat SD kita memang kekurangan stok kepala sekolah. Banyak yang pensiun, sehingga banyak diisi oleh pelaksana tugas (Plt)," ujar Fasha.
Kata dia, saat ini pemerintah tak lagi mewajibkan persyaratan harus memiliki sertifikat dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah atau LP2KS. Sebelumnya, LPPKS menerbitkan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS). Itu sebagai syarat menjadi kepala sekolah, supaya saat dilantik tidak menyalahi aturan.
"Pemerintah tidak mewajibkan sertifikasi untuk calon Kepsek, namun sekolah tersebut harus menjadi sekolah penggerak. Pendidik-pendidik yang berada di sekolah penggerak bisa dipromosikan untuk jadi Kepsek, tapi ada aturan waktunya. Tidak bisa satu hari langsung diangkat jadi Kepsek, ada aturan waktunya berapa lama prosesnya setelah sekolah ditetapkan sebagai sekolah penggerak. Stok Kepsek yang sudah memiliki sertifikat juga terbatas, jadi kalau ada yang Plt memang kita kekurangan stok," tambahnya.
Sebelumnya, Kadis Pendidikan Kota Jambi, Mukyadi mencatat sebanyak 43 Kepala Sekolah yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Jumlah tersebut terdiri dari 3 (tiga) kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 40 kepala sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD).
Kata Mulyadi, beberapa kepala sekolah tingkat SMP yang dijabat Plt diantaranya adalah SMPN 19, SMPN 15, dan SMPN 13. "Sisanya 40 kepala sekolah tingkat SD," katanya.
Ia juga mengatakan, selain mengisi Kepala Sekolah yang kosong tersebut pihaknya juga fokus terhadap pemerataan tenaga pengajar atau guru di sekolah.
"Jadi konsep kita adalah pemerataan mutu pendidikan, jadi tidak ada siswa yang menumpuk di satu sekolah," katanya. (CR01)