JAMBIPRIMA.COM, SAROLANGUN - Ratusan pemuda dari gabungan tiga desa yakni Desa Guruntuo, Desa Guruntuo Simpang dan Desa Guruntuo Baru berunjuk rasa di PT Mandiangin Bara Prima (MBP) yang terletak du kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Minggu (20/03/22). Para unjuk rasa ini menolak keberadaan PT tersebut.
Dalam unjuk rasa tersebut, 5 tuntutan disampaikan kepada PT MBP oleh Koordinator Lapangan, Muhammad Rizqi.
"Pihak perusahaan harus bekerja sama dengan masyarakat desa Guruntuo,
dan kami menolak keberadaan PT Mandiangin bara prima jika lebih banyak mudoratnya dari pada manfaatnya di tiga desa yang berada di Guruntuo," kata Rizqi.
Ia meminta salah seorang dari perusahaan tersebut diberhentikan lantaran selalu membuat perselisihan di tengah masyarakat dan karyawan.
"Segera berhentikan saudara Dedi Eka Saputra dari BKO di perusahaan karna selalu membuat kisru di masyarakat dan karyawan di PT Mandiangin Bara Prima. Utamakan pekerja dari masyarakat setempat. Kami meminta pimpinan perusahaan menemui tiga kepala desa untuk mediasi," ujarnya.
Rizqi menegaskan, 5 poin tuntutan tersebut agar di realisasikan. Jika tidak dipenuhi, Rizqi mengatakan akan aktifitas houling mobil batu bara tranportasi ke Jambi dihentikan sebelum ada kesepakatan bersama.
Ujuk rasa yang diketahui oleh 3 Kepala Desa dan 3 ketua Karang Taruna ini, para massa aksi menyampaikan akan melakukan aksi besar-besaran jika tuntutan ini tidak diindahkan atau di penuhi oleh PT MBP dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, pihak dari PT MBP, Herik menyampaikan belum dapat mengambil keputusan. "Kita masih menunggu keputusan dari PT Mandiangin Bara Prima dan kita mau di rebuk dulu belum bisa mengambil keputusan," pungkasnya. (***)