Tokoh Pemuda, Jaspari: Sekda Merangin Tidak Mampu Dikritik dan Disingkirkan

Kamis, 14 April 2022 - 20:27:59 WIB - Dibaca: 2669 kali

Salah Satu Tokoh Pemuda di Kabupaten Merangin, Jaspari (Foto: istimewa)
Salah Satu Tokoh Pemuda di Kabupaten Merangin, Jaspari (Foto: istimewa) ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Tokoh Pemuda Merangin sangat menyayangkan sikap Sekda Kabupaten Merangin, Fajarman yang selalu cuek dengan kritikan dan berbagai pemberitaan tentang dirinya.

Hal itu disampaikan Jaspari saat digedung DPRD Merangin, secara lantang sekda Merangin tidak akan mampu disingkirkan.

"Dakdo dio ngapik dak (Peduli Kritikkan- Red), yang Ado di Merangin tentang dirinya, "ungkap Jaafari Tokoh Luhak 16 Ini.

Bahkan Tokoh Pemuda ini juga Sekda Fajarman pun juga tidak akan tersingkir, dengan tindakan, apalagi tentang TPP ini.

"Dak mampu di kritik dak mampu di singkirkan," jelas Jaspari.

Selain itu juga awak media juga mencoba mengkonfirmasi ke Sekda Merangin langsung sesudah Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati.

Sekda Fajarman tampak mengelak saat diwancara sejumlah wartawan, dan langsung meninggalkan gedung DPRD.

Sebelumnya pemberitaan pernah ditulis Media ini, tentang APBD Kabupaten Merangin turun Dratis akibat pembayaran hutan ke PT SMI selama dua tahun terakhir, 

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Sekda Merangin Fajarman naik Dratis.

APBD Merangin tahun 2021 sebesar 1.573.211.571.366 triliun rupiah sedangkan APBD 2022 sebesar 1.364.680.964.972 triliun rupiah. 

Berdasarkan data yang dihimpun, TPP Sekda tahun 2022 naik menjadi 25 juta perbulan, sedangkan pada tahun 2021 lalu 19,5 juta, bahkan kenaikan tunjangan tersebut bersamaan dengan turunnya gaji honorer. 

Naiknya TPP ketua TAPD tersebut mendapat tanggapan dari masyarakat Merangin, jika sebagai pemimpin sekaligus pembina kepegawaian harus peka terhadap perkembangan sosial. 

"Pemimpin sekaligus pembina kepegawaian harus peka terhadap perkembangan sosial," kata Muhammad Riyad warga Bangko. Kamis (31/3/2022) 

Selain itu, Riyad juga menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi ekonomi daerah yang masih dalam tahap pemulihan, akibat covid-19 dalam 2 tahun terakhir. 

"Seharusnya beliau (Sekda-red) bisa menahan diri dan mendahulukan kepentingan orang banyak," tambahnya.

"Masak dalam kondisi keuangan daerah yang  masih belum stabil (APBD menurun-red) karena lebih memprioritaskan untuk penanganan covid-19 beliau menaikkan TPP khusus Sekda bae. Sementara kenaikan TPP salah satu tolak ukurnyo meningkatnya pelayanan serta pendapatan daerah. Jadi parameter apo yang dipakai beliau untuk menaikkan TPP, sementara belanja daerah mengalami penurunan,"pungkas pria yang dikenal kritis itu.

Sementara itu, Didi Masyarakat Merangin lainnya juga sangat menyayangkan, jika kenaikan TPP Sekda Merangin bersamaan dengan turunnya gaji honorer.

"Sangat disayangkan sekali, jika kenaikan TPP Sekda Merangin bersamaan dengan turunnya gaji honorer, logikanya sangat miris," ucapnya. 

Apalagi sambung Didi, tenaga honorer yang sudah puluhan bahkan belasan tahun mengabdi untuk daerah. 

"Honorer yang sudah belasan tahun mengabdi, biasanya mereka terima 600 ribu perbulan kini hanya 214 ribu perbulan kan kasian, bukannya mencari solusi malah menaikan TPP," keluh warga Bangko itu. (lan)





BERITA BERIKUTNYA